Kam. Mei 26th, 2022
Arab Saudi Ciptakan Haji pada Metaverse Menggunakan Virtual Reality

ACEHSIANA.COM, Mekah – Arab Saudi menciptakan haji virtual pada Metaverse menggunakan virtual reality (VR). Hal itu sebagaimana dijelaskan akun Facebook resmi Haramain pada Senin (13/12/2021).

Haji virtual ini mampu membawa haji ke metaverse dengan pengalaman Virtual Black Stone Initiative. Arab Saudi telah membawa tempat paling suci umat Islam ke era metaverse dengan inisiatif baru. Teknologi ini memungkinkan umat Islam untuk secara virtual melihat batu hitam atau Hajar Aswad di Mekah di rumah setiap orang.

Hajar Aswad, atau Batu Hitam, diletakkan di salah satu sudut Kabah, terletak di Masjidil Haram di Mekah, tempat suci umat Islam.

Virtual Black Stone Initiative memungkinkan umat Islam merasakan pengalaman Hajar Aswad secara virtual sebelum ziarah ke Makkah (Mekah),” ujar akun Facebook resmi Haramain.

Haramain yang diterjemahkan sebagai “dua tempat suci” mengacu pada Mekah dan Madinah, khususnya dua masjid suci di sana.

“Presiden Dua Masjid Suci, Abdul-Rahman Al-Sudais, yang departemennya terpisah tetapi bekerja sama dengan organisasi Haramain, meresmikan program tersebut pada Senin,” tulis situs web kantornya.

Inisiatif tersebut merupakan proyek Badan Urusan Pameran dan Museum, bekerja sama dengan Universitas Umm Al-Qura.

Al-Sudais pada saat peresmian proyek tersebut menjelaskan bahwa sangat penting memiliki simulasi yang tidak hanya melibatkan penglihatan dan pendengaran tetapi juga sentuhan dan penciuman.

“Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah mengandung banyak warisan bersejarah dan Islami,” sebut Al-Sudais.

Dikatakan Al-Sudais bahwa keduanya harus didigitalkan untuk semua orang. Beberapa pejabat universitas dan pemerintah lainnya hadir pada acara pembukaan tersebut. Mereka termasuk Turki bin Suleiman Al-Amro, yang merupakan kepala institut di Universitas Umm Al-Qura yang terlibat dalam pembuatan proyek Batu Hitam Virtual itu.

Belum jelas bagaimana dan kapan publik akan memiliki akses ke teknologi virtual reality tersebut. Kabar ini memicu respon dari para ulama dan cendekiawan tentang sah atau tidak sahnya haji dengan cara tersebut.

Teknologi itu nantinya akan mampu membawa semua orang merasakan pengalaman berada di dekat Hajad Aswad dan melakukan ritual haji secara virtual. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *