Kam. Mei 26th, 2022
Raymond Teh (doc. techarp.com)

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Guna meningkatkan literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menggandeng perusahaan teknologi NVIDIA Corporation. Hal itu disampaikan Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie pada Rabu (26/1) di Jakarta.

“Kerjasama ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk membagikan pengalaman dan juga mendiskusikan mengenai kecerdasan buatan pada perguruan tinggi di Tanah Air,” ujar Tjtjik.

Dikatakan Tjitjik bahwa ruang lingkup kerja sama itu meliputi pelatihan kecerdasan buatan bagi para akademisi dan juga mahasiswa, penyusunan kurikulum bersama, penataan ekosistem perusahaan rintisan pada bidang kecerdasan buatan serta pengembangan teknologi di Tanah Air.

Sementara itu, Plt Dirjen Diktiristek Kemdikbudristek, Prof Nizam menjelaskan bahwa kerja sama tersebut sangat penting bagi pengembangan talenta digital di Tanah Air. Melalui kebijakan Kampus Merdeka, lanjut Nizam, pemerintah mempercepat talenta digital.

“Potensi ekonomi digital di Tanah Air sangat besar. Ini bisa dilihat dari perusahaan rintisan digital. Untuk itu, kerja sama ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga kompetensi pada pengembangan kecerdasan buatan di Tanah Air,” sebut Nizam.

Nizam mengakui bahwa pengembangan talenta digital di Indonesia memiliki tantangan sendiri, seperti infrastruktur teknologi dan ketersediaan sarana dan prasarana. Meskipun demikian, pihaknya optimistis target talenta digital Indonesia dapat tercapai.

“Saat initerdapat lebih dari 800.000 mahasiswa pada program studi yang berkaitan dengan teknologi, mulai dari data sains, teknologi informasi dan lainnya,” tutur Nizam.

Sales dan Marketing Vice President NVIDIA Asia Pasific Raymond Teh, menuturkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk membawa kecerdasan buatan tersebut pada generasi muda, akademisi maupun peneliti di seluruh dunia. Pihaknya, pungkas Raymond, akan membantu para mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk mendapatkan kompetensi mengenai kecerdasan buatan tersebut.

“Peserta dapat mengakses fasilitas pengembangan kecerdasan buatan yang dimiliki NVIDIA serta kerja sama dengan para peneliti yang ada di perusahaan. Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat membawa kecerdasan buatan pada seluruh dunia,” harap Raymond. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *