Rab. Jul 6th, 2022
Indira Larasati

Analisis Perbandingan IPM dan Kemiskinan di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara

Ole: Indira Larasati 

  1. VARIABEL IPM

Kabupaten Asahan adalah sebuah kabupaten yang terletak di sumatera utara, Indonesia. Dan kabupaten ini beribu kota di Kisaran yang mempunyai wilayah seluas 3.732,97  Sedangkan, Kabupaten Batu Bara merupakan kabupaten yang berada di provinsi Sumatera Utara yang bersebalahan dengan Kabupaten Asahan . Kabupaten ini mempunyai wilayah seluas 905.

IPM merupakan indicator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/Negara. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan 3 dimensi yaitu kesehatan, pendidikan yang dicapai, standart kehidupan yang layak atau sering disebut ekonomi.

  1. IPM Di Kabupaten Asahan Dan Batu Bara Pada Tahun 2016 Diukur Melalui Tingkat Pendidikan.

Pada tahun 2016 angka indeks pembangunan manusia sebesar  68,71 ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan di Asahan pada tahun 2016 mempunyai tamatan SD sebanyak 28,40 %  disusul dengan tamatan SMA sebanyak 20,98 %, tamatan SMP sebanyak 19,37 %, tamatan SMK sebanyak 4,87 %, dan tamatan Diploma/Sarjana sebanyak 4,51 % . Apabila penduduk yang minimal telah tamat pendidikan SMA dikatakan berpendidikan tinggi, maka pada tahun 2016 terdapat 30,35 % penduduk 10 tahun ke atas Kabupaten Asahan yang tingkat pendidikan SMA ke atas (SMA dan Sarjana). Apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya, indikator tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2015. Sedangkan pada Kabupaten Batu Bara indeks pembangunan manusia sebesar 66,69 lebih rendah dibanding dengan kabupaten Asahan  hal ini disebabkan karena tingkat pendidikan di kabupaten asahan pada tahun 2016 lebih unggul dibanding tingkat pendidikan pada Kabupaten Batu Bara pada tahun 2016.  Tingkat pendidikan di Kabupaten Batu Bara pada tahun 2016 Berdasarkan hasil Susenas 2016 menunjukkan persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang tidak/ belum pernah sekolah sebesar 0,06 %, yang tidak/ belum tamat SD sebesar 25,68 %, yang berhasil menamatkan pendidikan sampai tingkat SD/sederajat sebesar 26,30%  , tingkat SLTP/sederajat sebesar 14,41 %, tingkat SLTA/sederajat sebesar 2,58 %. Selebihnya sekitar 4,28 % adalah mereka yang tamat diploma I sampai dengan sarjana. Solusinya agar tingkat pendidikan jauh lebih meningkat dan berkualitas adalah dengan meringankan biaya pendidikan, lebih meningkatkan kualitas para pengajar , meningkatkan kualitas dan prestasi siswa serta meningkatkan sarana dan prasarana di lembaga pendidikan.

  1. IPM Di Kabupaten Asahan Dan Batu Bara Pada Tahun 2017 Diukur Melalui Pertumbuhan Ekonomi.

Indeks pembangunan manusia  pada tahun 2017di kabupaten asahan  menurun  yaitu menempati angka 69,10 dikarenakan  pertumbuhan ekonomi yang terendah selama periode 2013-2017 yaitu sebesar 5,48%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan pada tahun 2013 sebesar 5,71 % meningkat menjadi 5,88 % pada  tahun 2014, dan melambat menjadi  5,57 % tahun 2015. Kemudian pada tahun 2016 meningkat menjadi 5,62 %  dan melambat menjadi  5,48% pada tahun 2017 .  Sedangkan IPM di kabupaten Batu Bara pada tahun 2017 lebih kecil dibandingkan IPM di Kabupaten Asahan. Pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batu Bara yaitu sebesar 4,76 %, sedikit meningkat dibanding tahun 2015 yang hanya mampu tumbuh sebesar 4,14 %. Jadi solusinya , Pemerintah harus meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Batu Bara agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat. Investasi yang diharapkan adalah investasi yang berbasis tenaga kerja, sehingga diharapkan pembangunan ekonomi berbanding lurus dengan peningkatan jumlah tenaga kerja.

  1. IPM Di Kabupaten Asahan Dan Batu Bara Pada Tahun 2018 Diukur Melalui Indicator Pendidikan Harapan Lama Sekolah.

IPM Kabupaten Asahan mengalami peningkatan yaitu 69,10 % pada tahun 2017 menjadi  69,49 % pada tahun 2018. Pada bagian indicator pendidikan harapan lama sekolah di Kabupaten Asahan pada tahun 2018 sebesar 12,56 tahun, terjadi kenaikan dibandingkan dengan kondisi tahun 2017 yaitu 12,53 tahun.  Berdasarkan status IPM, Kabupaten Asahan dari tahun 2017-2018 berada pada golongan sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Asahan masih perlu ditingkatkan, khususnya mengenai pendidikan dalam rangka meningkatkan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah serta untuk meningkatkan angka harapan hidup. Sedangkan Ipm kabupaten batu bara pada tahun 2018 yaitu 67,67 dan lebih rendah dari pada kabupaten asahan  dikarenakan  indicator pendidikan harapan lama sekolah di kabupaten batu bara yaitu rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas di Batu Bara bersekolah selama 7,84 tahun atau hanya mencapai SMP kelas 2 pada tahun 2018. Angka ini masih jauh dibanding angka RLS Provinsi yakni 9,34 tahun, dan kembali menghantarkan Batu Bara pada posisi rendah, yakni lima terbawah. Hal ini tentu harus menjadi perhatian yang serius bagi Pemerintah agar anak-anak dapat meningkatkan pendidikannya.

  1. IPM Di Kabupaten Asahan Dan Kabupaten Batu Bara Pada Tahun 2019 Diukur Melalui Pertumbuhan Ekonominya.

Meningkatnya IPM pada tahun 2019 dikarenakan meningkatnya pertumbuhan ekonomi . Pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Asahan  sebesar 5,61% kemudian meningkat menjadi  5,64 % pada tahun 2019. Mengapa demikian? karena Kinerja perekonomian Kabupaten Asahan telah mengalami peningkatan yang cukup bagus dan juga  meningkatnya rata rata lama sekolah yang menyebabkan IPM mengalami kenaikan. Sedangkan pada kabupaten batu bara yang menyebabkan ipm nya lebih rendah dibanding dengan kabupaten asahan yaitu standar hidup layak, yang diukur melalui indikator rata‐ rata pengeluaran per kapita (PPP) yang disesuaikan. Rata‐rata PPP Batu Bara sebesar 10,575 juta rupiah per tahun. Angka ini masih berada di bawah rata‐rata provinsi yaitu sebesar 10,649 juta rupiah.

  1. IPM Di Kabupaten Asahan Dan Batubara Pada Tahun 2020 Ditinjau Melalui Umur Harapan Hidup.

            IPM  kabupaten Asahan pada tahun 2020 mencapai angka 70,92 yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu 69,92 dikarenakan umur harapan hidup pada kabupaten asahan meningkat. Berdasarkan pengamatan pada tahun 2020 umur harapan hidup Kabupaten Asahan tercatat 68,26 tahun yang berarti bahwa penduduk Kabupaten Asahan yang baru lahir pada tahun 2020 mempunyai harapan yang besar untuk mencapai umur 68 tahun. Umur harapan hidup tersebut sedikit meningkat dari 68,11 tahun pada tahun 2019. Peningkatan ini terjadi karena didasari oleh kesadaran masyarakat dalam membiasakan diri untuk hidup sehat,meningkatnya perawatan kesehatan melalui puskesamas, dan mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik.  Semakin tinggi umur harapan hidup menunjukkan bahwa derajat kesehatan masyarakat secara makro semakin tinggi. Pada tahun 2020 virus covid 19 masih melanda  namun masyarakat kabupaten Asahan sangat taat dalam menjalankan protocol kesehatan sehingga masyarakatnya tetap tumbuh sehat. Sedangkan ipm di kabupaten batu bara menduduki angka 68,36 yaitu dipengaruhi oleh angka harapan hidup Batu Bara tahun 2020 terbilang cukup rendah dibanding Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara yaitu 66,96 tahun. Hal ini berarti rata‐rata bayi yang lahir pada tahun 2020 dapat hidup hingga mencapai usia 66 sampai 67  tahun.

  1. VARIABEL KEMISKINAN

Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

  1. Tingkat kemiskinan di kabupaten asahan terjadi dikarenakan minimnya ketersediaan lapangan kerja sehingga menimbulkan banyaknya pengangguran, masih rendahnya tingkat pendidikan, dan belum meratanya pembangunan di setiap daerah.  Solusi dari pemda setempat untuk kabupaten asahan yaitu mereka akan menciptakan lapangan kerja tentunya juga bias dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang entrepreneur.
  2. Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi kepada angkatan kerja yang usianya masih muda. Sehingga, akan timbul entrepreneur muda yang menciptakan lapangan kerja nantinya, bukan pencari kerja.  Tingkat kemiskinan di kabupaten batu bara terjadi karena kualitas hidup, sering kali kualitas hidup dikaitkan dengan kesejahteraan. Sumber daya yang mendukung pembangunan diantaranya sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kabupaten  Batu bara merupakan kawasan pesisir yang penduduknya banyak menjadi nelayan yang mempunyai pendapatan atau penghasilan tidak menetap itulah yang menyebabkan perekonomian kurang stabil.

  1. Dampak kemiskinan terhadap masyarakat

Tingkat kemiskinan pada masyarakat kabupaten asahan dan kabupaten batu bara sangat mempengaruhi  motivasi anak – anak untuk menempuh pendidikan, kemiskinan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dan tingkat prestasi akademis siswa di kabupaten asahan dan batu bara. Dengan kata lain tingkat pendidikan siswa, motivasi belajar siswa dan kesadaran keluarga akan pentingnya pendidikan terhadap anak sangat bergantung pada kondisi ekonomi keluarga. Keluarga dengan kondisi ekonomi lemah cenderung mengabaikan pendidikan anak-anaknya karena menurut mereka memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari dalam keluarga lebih penting dan lebih diutamakan daripada pendidikan anaknya.

  1. Solusi mengatasi rendahnya PDRB di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara

Salah satu alternative yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan PDRB di kabupaten asahan yaitu dengan melakukan kebijakan – kebijakan tertentu yang dapat memakmurkan dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat kabupaten asahan. Beberapa cara untuk menaikkan PDRB pada kabupaten ini yaitu dengan memberikan dana / modal kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sehingga disamping mengurangi angka kemiskinan di kabupaten asahan juga berdampak positif terhadap pendapatan suatu daerah yang didapat melalui UMKM tersebut. Solusi pemerintah untuk meningkatkan PDRB di kabupaten batu bara yaitu memberikan bantuan kepada para nelayan, memberikan dana kepada masyarakat pelaku UMKM guna untuk memulihkan ekonomi ditengah pandemi, ketua Dekranasda salurkan bantuan alat tenun, meningkatkan ekonomi keluarga.

KESIMPULAN KESELURUHAN YANG MEMBUAT KEDUA VARIABEL INI MENARIK :

Tingkat indeks pembangunan manusia dari kedua kabupaten ini yang tertinggi terdapat di kabupaten ASAHAN sedangkan letak kemiskinan yang tertinggi terdapat di kabupaten BATUBARA , mengapa demikian ? Karena semakin tinggi tingkat indeks pembangunan manusia di suatu daerah maka semakin bagus pula tingkat perbaikan pembangunan manusianya atau bisa saja manusia yang ada di kabupaten asahan banyak yg unggul dan dapat diukur melalui tingkat pendidikannya. Dan mengapa pula tingkat kemiskinan tertinggi terdapat di kabupaten batu bara? Mungkin bisa saja tingkat pendidikan yang ada di kabupaten batubara itu kurang baik dikarenakan banyak anak yang putus sekolah atau banyak orang menganggur dan belum mendapat pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *