Sen. Mei 23rd, 2022

Analisis Perbandingan  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Antara Kabupaten Asahan Dan Kota Tanjung Balai Pada Tahun 2016-2020

0leh: Sari Murni

Mahasiswa IAIN Langsa

 

ACEHSIANA – Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memproleh pendapatan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Ipm dibentuk oleh 3 dimensi dasar yaitu, umur panjang dan hidup sehat, pengetahuaan, dan standar hidup layak. Dalam ketiga dimensi dasar di atas untuk mengukur dimensi kesehatan digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili pencapaian pembangunan untuk  hidup layak.

Ipm Asahan
Analisis Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Antara Kabupaten Asahan Dan Kota Tanjung Balai Pada Tahun 2016-2020 | Grafik By Sari Murni
  1. Kabupaten asahan adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten ini beribukota di kisaran dan mempunyai wilayah seluas 3.732,97
  2. Kota tanjung balai adalah salah satu kota di provinsi sumatera utara, indonesia. Luas wilayahnya 60,52 .
  3. Berdasarkan gambar grafik diatas dapat dilihat bahwa garis biru dan orange menunjukkan indeks pembangunan manusia yang terjadi pada tahun 2016-2020. Presentase Indeks Pembangunan di Kabupaten asahan pada tahun 2016-2020 ditunjukkan oleh garis berwarna biru. Dimana pada tahun 2016, presentase Indekas Pembangunan Manusia di Kabupaten asahan sebesar 68,71%. Kemudian pada tahun 2017-2020 presentase Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Asahan mengalami peningkatan sebesar 70,29%. IPM dibangun melalui pendekatan 3 kategori dasar. Kategori tersebut merupakan kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang layak. Untuk mengukur kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Sedangkan untuk mengukur kategori pendidikan, digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur kategori kehidupan yang layak , digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.

  1. Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa presentase Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terjadi pada tahun 2016-2020 di Kabupaten asahan lebih tinggi dengan nilai presentase 70,29%  dibandingkan dengan presentase Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota tanjung balai pada tahun 2016-2020 dengan nilai presentase 68,65%, dikarenakan kota tanjung balai lebih kecil dibandingkan dengan kabupaten asahan. IPM meruapakan indikator yang digunakan untuk mengukur salah satu aspek penting yang berkaitan dengan kualitas dari hasil pembangunan ekonomi yaitu perkembangan manusia. IPM memiliki 3 unsur yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar kehidupan. Jadi dari ketiga ini, sangat penting dalam menentukan tingkat kemampuan suatu daerah untuk meningkatkan IPMnya. Jadi IPM disuatu daerah akan meningkat apabila ketiga hal tersebut dapat ditingkatkan, nilai IPM yang tinggi menandakan keberhasilan pembangunan ekonomi didaerah tersebut.
  2. Dampak bagi masyarakat yaitu apabila IPM disuatu daerah mengalami peningkatan dari  ketiga hal  diatas tersebut, yaitu unsur dari IPM itu sendiri seperti kesehatan, pendidikan dan standar hidup. Jadi, ketiga unsur tersebut harus saling mempengaruhi satu sama lain, dan juga dipengaruhi oleh factor-faktor lain seperti ketersediaan waktu kerja, yang ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, infrastuktur, dan kebijakan pemerintah. Dan nilai IPM yang tertinggi menandakan keberhasilan pembangunan ekonomi di daerah kabupaten asahan.

  1. Solusinya yaitu jika IPM disuatu daerah ingin mengalami peningkatan, maka pemerintah harus lebih memperhatikan ketiga unsur dari IPM tersebut, seperti dari segi kesehatan, pendidikan dan standar hidup yang layak, walaupun sumber daya alam yang ada didaerah tersebut sangat besar. Jadi harus mengembangkan dan memproleh dengan baik.

Analisis Perbandingan Produksi Perikanan Menurut asal tangkapan Di Kabupaten Asahan Dan Kota Tanjung Balai Pada Tahun 2011-2015

Analisis Perbandingan Produksi Perikanan Menurut asal tangkapan Di Kabupaten Asahan Dan Kota Tanjung Balai Pada Tahun 2011-2015
Analisis Perbandingan Produksi Perikanan Menurut asal tangkapan Di Kabupaten Asahan Dan Kota Tanjung Balai Pada Tahun 2011-2015

Perikanan merupakan semua kegiatan yang berkaitan dengan ikan, termasuk memroduksi ikan, baik melalui penangkapan maupun budidaya dan atau mengelolahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan sebagai sumber protein dan non pangan (pariwisata, ikan hias dan lain-lain). Produksi ikan adalah seluruh hasil yang di peroleh dari kegiatan penangkapan atau budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang di tangkap atau di panen dari sumber perikanan alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang di usahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan. Perikanan skala kecil mempunyai peranan penting dalam perekonomian baik dalam aspek makro maupun aspek mikro.

  1. Berdasarkan gambar grafik diatas dapat dilihat bahwa garis biru dan orange menunjukkan Produksi Perikanan yang terjadi pada tahun 2011-2015. Presentase produksi perikanan di Kabupaten asahan pada tahun 2011-2015 ditunjukkan oleh garis berwarna biru. Dimana pada tahun 2011, presentase Produksi perikanan di Kabupaten asahan sebanyak 2563,45 Ton. Kemudian pada tahun 2012-2015 presentase Produksi perikanan di Kabupaten Asahan mengalami peningkatan sebanyak 26881,39 Ton. Kemudian persentase produksi perikanan di Kota Tanjung Balai berwarna orange. Dimana pada tahun 2011-2015, persentase tersebut sebanyak 33217,49 Ton. Berdasarkan cara produksi perikanan, dapat terbagi menjadi dua yaitu perikanan tangkap (capture fisheries) dan perikanan budidaya (aquaqulture). Produksi perikanan di dapatkan di Darat (budidaya), Darat (perairan umum), dan Laut. Kemudian kegiatan produksi utama perikanan yaitu, pembenihan, budidaya, produksi pakan, dan pengolahan.
  2. Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa perentase perikanan yang terjadi pada tahun 2011-2015 Kota Tanjung Balai menempati tingkat tertinggi di bandingkan dengan Kabupaten Asahan, dikarenakan Kota tanjung balai memiliki potensi di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta industri perikanan. Melalui pengembangan usaha dan peningkatan produksi diupayakan potensi perikanan tersebut menjadi sumber pendapatan asli daerah kota tanjung balai dengan penyerapan tenaga kerja yang besar sehingga kesejahteraan masyarakat tanjung balai perikanan nya dapat ditingkatkan. Dari gambar grafik diatas dapat dilihat pada tahun 2012 produksi perikanan di kota tanjung balai naik secara drastis yaitu sebesar 36708,04 Ton. Kemudian koa tanjung balai ini mayoritas penduduknya bermatapencaharian nelayan.

Dibandingkan dengan kabupaten asahan yang memang pada seiap tahunnya mengalami peningkatan sedikit demi sedikit dari tahun 2011-2015 yang berarti tingkat pendapatan nelayan tentu akan meningkat karena produksi sama dengan pendapatan. Dikarenakan juga pendapatan asli masyarkat asahan bukan lah dari perikanan melainkan dari bidang yang lain.

Sektor dalam produksi perikanan ini dapat membuat potensi pembangunan ekonomi kelautan di indonesia. Dengan dikelola nya secara inovatif dan baik, maka dapat menjadi salah satu sumber modal utama pembangunan, dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

  1. Dampak bagi masyarakat apabila produksi perikanan nya meningkat yaitu dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakatnya, memberikan pengasilan bagi masyarakat yang tinggal disekitaran daerah perairan, menaikkan derajat ekonomi rakyat, membantu pertumbuhan ekonomi nasional dan membantu pemenuhan pangan dunia sebagai pemasok (ekspor) perikanan.

 

  1. Solusi dalam prouksi perikanan yaitu persoalan banjir yang di permaslahkan nelayan yang dapat menghambat para nelayan kecil yang sudah terimpit ekonomi, kekurangan pasokan bahan bakar untuk melaut dan teknologi. Sehinngga pemasalahan tersebut perlu segera mendapat perhatian lebh dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *