Jum. Agu 12th, 2022
Dirjen Vokasi Sebut Pelajar SMK Harus Ditanamkan Soft Skill

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) vokasi bidang gim dan pemrograman, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menandatangani naskah perjanjian kerjasama dengan lintas sector. Diantaranya dengan PT LX International Indonesia, Asosiasi Game Indonesia (AGI), dan Cipta Adikarya (Cakra).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto, menjelaskan bahwa sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat kompetensi SDM vokasi bidang gim dan pemrograman dengan basis kemitraan bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan asosiasi.

“Kerja sama yang kita lakukan mencakup paket link and match 8+i, di antaranya penyusunan kurikulum bersama, pembelajaran berbasis project riil (PBL), ketersediaan pengajar dari DUDI, pemagangan, sertifikasi kompetensi berstandar DUDI, pelatihan, pengembangan riset terapan, penyerapan lulusan, serta pemberian beasiswa atau ikatan dinas dari DUDI. Selain itu, secara khusus pada kerja sama dengan AGI dan Cakra akan fokus pada pengembangan industri gim lokal yang dikomandoi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves),” ujar Wikan pada Rabu (5/1).

Dikatakan Wikan bahwa selama ini PT LX International Indonesia merupakan salah satu DUDI yang aktif memberikan kontribusi berupa pelatihan dasar-dasar pemrograman Python, baik bagi pendidik maupun peserta didik di SMK dan Perguruan Tinggi Vokasi. Tercatat, sudah ada 400 siswa dari 26 SMK di Pulau Jawa telah mengikuti program yang menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT LX International Indonesia itu.

“Pengembangan industri gim lokal saat ini sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah dengan tujuan mengenalkan pada dunia internasional bahwa Indonesia bukan sekedar pasar, tapi juga dapat menjadi pelaku industri dalam industri gim. Saat ini 99 persen game yang ada di Indonesia merupakan game asing,” jelas Wikan.

Kemendikbudristek, sebut Wikan, pada pengembangan gim lokal Kemenkomarves terlibat di dua kelompok kerja, yaitu pengembangan SDM dan investasi. Dalam hal ini, kata Wikan, pihaknya fokus dalam kelompok kerja pengembangan SDM yang dilaksanakan melalui implementasi kurikulum link and match 8+i, yakni diawali dengan kerja sama dengan AGI dan Cakra.

“Manfaat kerja sama ini memberikan peluang baik bagi PT LX International Indonesia dalam memilih talenta unggul untuk bersumbangsih di perusahaannya, sedangkan bagi AGI dan CAKRA dapat membentuk talenta-talenta di bidang pengembangan video gim dan menciptakan 100 gim lokal baru setiap tahunnya,” terang Wikan.

Lebih lanjut Wikan menegaskan bahwa peluang pendidikan vokasi untuk memenuhi target 3.000 talenta dan 100 gim lokal dari Kemenkomarves semakin terbuka dengan adanya dua program unggulan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, yakni Program SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) dan Program Matching Fund Vokasi. Kedua program tersebut, tutur Wikan, memiliki anggaran yang memadai untuk dimanfaatkan oleh insan vokasi tanah air dalam menciptakan gim lokal yang menarik dan potensial.

“Potensi pengembangan bidang game dan apps dilakukan di SMK dan perguruan tinggi vokasi, seperti di PENS, Polimedia, dan juga perguruan tinggi akademik yang memiliki program pendidikan vokasi,” tutur Wikan.

Ketua Umum AGI, Cipto Adiguno menguraikan bahwa industri gim lokal kini tengah mengalami perkembangan cukup pesat, terlebih di masa pandemi. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan talenta di bidang game dan apps juga semakin meningkat.

“Industri game saat ini terus tumbuh di Indonesia, apalagi di masa pandemi naik 30 persen. Industri game sendiri adalah media yang perkembangannya unik, karena terikat dengan teknologi yang semakin berkembang dari waktu ke waktu sehingga dibutuhkan pula SDM yang bisa menginguti perkembangan tersebut,” pungkas Cipto.

Penandatanganan PKS antara Kemendikbudristek dengan PT LX International Indonesia, AGI, dan CAKRA turut dihadiri oleh Direktur SMK, Wardani Sugiyanto, Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Saryadi, dan Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjadja. Sementara dari PT LX International Indonesia dihadiri langsung oleh Michael Choi selaku Direktur dan Ivan Chen Sui Liang selaku Ketua CAKRA. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *