Sel. Agu 16th, 2022

ACEHSIANA. COM – Sabang dalaha Pulau Weh yang berada di antara Selatan Malaka dan Laut Hindia meninggalkan banyak jejak sejarah masa lalu.

Zaman penjajahan belanda terkenal dengan tempat pengasingan orang gila hingga ada rumah sakit jiwa sekarang rumah sakit angkatan laut.

Jaman Jepang, sabang juga banyak situs sejarah peninggalan Jepang. Pulau ujung barat Indonesia yang ditandai dengan tugu Kilometer Nol Indonesia ini menjadi tujuan wisawan manca negara maupun wisawan lokal.

Keindahan pantai dan pulau Rubiah menjadi magnet bagi pelancong ke Weh Island ini, memiliki beragam keunikan dan keindahan panorama alam wisata bahari karena Aceh berada sepanjang pantai selat malaka.

Sepanjang pesisir Aceh banyak di jumpai deretan bungker peninggalan Jepang, orang Aceh menyebut Guha Jepang, termasuk di halaman sekolah kejuruan (SMK) Sabang.

Selain di pekarangan SMK sabang di tajau alam jalan mau ke iboih juga banyak gua Jepang.

Gua Jepang ini sebetulnya menjadi objek wisata yang menarik bila di rawat dan dipelihara dengan baik. Apalagi bila ada petugas yang mampu menjelaskan sejarah adanya Guha Jepang ini kepada wisawan. Ini yang belum terjamahkan oleh pemangku kepentingan negeri ini.

Bunker ini sangat disayangkan tidak terurus sama sekali, ini bukti sejarah kelam Aceh yang terlupakan.

Menurut Ayah Nan warga Sabang juga Geusyik Gampong Cot Ba’u. bunker Jepang tersebut dibangun di pesisir pantai sebagai tempat benteng pertahanan Jepang.

Dimana setelah perperangan dengan Belanda, Aceh juga mendapat perlawanan perang dari Jepang. Bahkan kerja paksa yang dilakukan Jepang untuk membuat benteng pertahanan.

Selain di pesisir pantai, Bunker pertahanan itu juga terdapat di perbukitan dan permukiman warga di Sabang dengan berbagai bentuk benteng pertahan Jepang yang dibangun saat penjajahan dahulu.

Semestinya Pemerintah harus melestarikan berbagai macam benda sejarah agar anak cucu ke depan mengetahui bahwa kita pernah memperjuangkan hidup dalam masa penjajahan jelas Pak. Adnan kepada tim acehsiana.com di Meuligoe kupi kota Sabang.

Kontributor Sabang: hamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *