Sel. Mei 24th, 2022

ACEHSIANA.COM – DARUSSALAM – Kepala Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala Dr. Syaifullah Muhammad, Kamis, 30 September 2021 di Auditorium AAC Dayan Dawood menerima Penghargaan Inspiring and Innovative Leader atas kiprahnya membangun kembali industri nilam Aceh. Syaifullah dianggap berhasil membawa ARC menjadi pusat riset dan center of excellence terbaik selama 3 tahun berturut-turut.

Berbagai program ARC yang dilaksanakan dengan pendekatan pentahelix telah menggugah Bappenas untuk melaksanakan Major Project Nilam Aceh pada 2022. Selain itu, ARC memiliki team work yang luar biasa dengan komposisi sekitar 56 orang ilmuan dan praktisi yang terdiri dari professor, Doktor, master dan sarjana, yang mendedikasikan keoakarannya untuk membangun industri nilam Aceh.

Penyerahan plakat dan sertifikat dilakukan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Samsul Rizal. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Kasim Arifin Awards 2021 yang merupakan apresiasi USK kepada pegiat lingkungan juga pengumuman kategori pusat riset USK sesuai dengan kinerja yang dilakukan.

Dalam rangkaian acara tersebut Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala kembali dinobatkan menjadi Pusat Riset terbaik di Universitas Syiah Kuala. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LPPM USK Prof. Taufik Abidin di Auditorium AAC Dayan Dawood Darussalam, Kamis, 30 Oktober 2021.

Menurut Taufik, evaluasi penilaian kinerja pusat riset dilakukan dengan sangat ketat oleh tim reviewer LPPM USK yang mengacu pada isian borang penilaian dengan indikator yang jelas dan terukur.

“ARC memperoleh nilai tertinggi 97 dari maksimum nilai 100, artinya hanya 3 poin laigi ARC mendapatkan nilai sempurna” urai Taufik.

“ARC sudah 3 tahun berturut-turut menjadi pusat riset Kategori A dengan nilai tertinggi, kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk pusat atsiri kita yang telah banyak berkiprak pada skala lokal, nasional dan internasional” lanjut Taufik.

Selain ARC ada tiga pusat riset lainnya yang juga masuk kategori A, yaitu Pusat Riset Science Technology, Engineering and Mathematics, Pusat Riset Matematika Realistik dan Pusat Riset Lingkungan Hidup.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Samsul Rizal dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada penerima Awards dan berharap kinerja dan kontribusi untuk masyarakat semakin miningkat.

“Untuk Kasim Arifin Awards tahun ini baru 3 kategori yang bisa diberikan. Semoga tahun depan bisa kita kembangkan lebih banyak dengan hadiah yang juga lebih besar, sehingga penerima awards dapat membuat program yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat’ jelas Samsul

“Untuk pusat riset, saya berharap semua bisa mendapatkan kategori A. Pusat riset harus meningkatkan kinerjanya, dan melaporkan aktivitas yang dilakukan ke universitas melalui LPPM. Pusat riset tidak perlu pikirkan dana. Dana urusan rektor, rektor yang cari uang dan berikan kepada pusat riset dengan kinerja yang baik” lanjut Samsul yang saat ini juga merupakan Ketua Umum ICMI Orwil Aceh.

Pusat riset di USK dievaluasi setiap tahun. Yang berkategori A dan B diberikan insentif pembinaan sedangkan pusat riset kategori C diberi kesempatan untuk perbaikan dan yang kategori D akan ditutup.

Syaifullah Muhammad yang ditanya terkait pencapaian ini menyampaikan, banyak pihak yang terlibat dan berkontribusi atas keberhasilan ARC meski mereka tidak dikenal oleh publik.

“Keberhasilan ARC adalah keberhasilan merubah kekuatan individu menjadi kekuatan team. Kemudian, merubah kekuatan team internal menjadi kekuatan kemitraan lintas institusi. Kita tidak perlu Superman, karena kita sudah memiliki Superteam” ujar Syaifullah yang saat ini adalah Ketua Badan Pengembangan Bisnis Universitas Syiah Kuala dan Ketua Umum Aceh Australian Alumni.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk team ARC yang hebat. Untuk ketangguhan hati kawan-kawan menjalankan berbagai program dengan integritas tinggi. Untuk mitra mitra kita dari kalangan perguruan ringgi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media. ” tutup Syaifullah.

Dalam acara tersebut juga diputarkan video sejarah Kasim Arifin yang menghabiskan umurnya selama 15 tahun untuk hidup dengan masyarakat di pedalaman Papua. Kasim Arifin adalah personifikasi dari kecintaan insan kampus pada pengembangan masyarakat dan lingkungan hidup. Acara ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Para Dekan, Pejabat Pemerintah dan NGO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *