Sel. Mei 24th, 2022

ACEHSIANA.COM – Bireuen – JUNAIDI, SPd MPd, begitu nama lengkap pria kelahiran Peudada 06 Juni 1983 merupakan guru berprestasi yang berhak meraih hadiah umrah dari Pemerintah Kabupaten Bireuen pada pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen tahun 2021.

Dedikasinya sebagai pendidik tidak diragukan lagi hingga mengantarkannya mendapatkan banyak penghargaan selama ini.
Suami dari Husna, S.Pd mengungkapkan rasa keterkejutannya saat diumumkan tanggal 24 Desember 2021 di Aula Sekdakab Bireuen sebagai juara pertama guru berprestasi jenjang SMP yang mendapatkan hadiah umrah.

“Sebelumnya saya mengikuti berbagai kompetisi ditingkat lokal maupun nasional. Namun baru kesempatan kali ini saya mendapat hadiah berupa tiket umrah,” ungkap ayah dari dua orang anak ini seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari orang-orang tercinta disekelilingnya.

Anak dari almarhum Ibrahim Amin ini mengatakan, sejak kecil kedua orangtuanya selalu mendidik dengan tekun dan sabar sehingga ia pun tertarik mengikuti jejak sang ayah dan ibunya menjadi seorang guru.

Pendidikannya berawal menempuh jalur pendidikan MIN Blang Birah, Kecamatan Peudada tahun 1995, ia lanjutkan ke MTsN Peudada tahun 1998, kemudian jenjang MAN Bireuen 2001, D2 PGSD FKIP Univeristas Syiah Kuala tamatan tahun 2004. Tidak sebatas hanya itu, Junaidi melanjutkan studinya ke jenjang S1 jurusan Biologi di FKIP Universitas Al Muslim Bireuen dan akhirnya mampu menyelesaikan S2 Sains di Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2017.

Segudang prestasipun sudah ia peroleh diantranya, juara 1 Guru Berprestasi (Gurpres) tahun 2020 tingkat Kabupaten Bireuen, juara harapan Gurpres Provinsi Aceh tahun 2020, juara 1 lomba Olympiade Guru Nasional (OGN) tingkat Kabupaten Bireuen tahun 2019, juara 3 Gurpres Kabupaten Bireuen tahun 2019, selanjutnya penghargaan Program Guru Belajar Seri Pandemi Covid 19 ( MGMP IPA) Ditjen GTK Nasional, penghargaan Presenter Simposium Nasional tahun 2019, serta penghargaan Indonesia Teaching Fellowship (ITF).

Dalam organisasi pun, anak dari Zubaidah ini tak diragukan lagi, sebut saja ia aktif bergabung di Perkumpulan Teacherpreuner Indonesia Cerdas (PTIC) tahun 2021- 2026 sebagai pengurus Provinsi, selanjutnya Ikatan Guru Indonesia ( IGI) Bireuen, Sekum MGMP IPA SMP Bireuen, anggota PGRI, serta pada tahun ini ia lulus calon Guru Penggerak dari Kemendikbud Ristek serta menjadi Pendamping Lapangan Program Organisasi Penggerak dari Kemdikbud Ristek Sekolah Dasar.

Tentunya ragam penghargaan dan keaktifannya di sejumlah organisasi tidak membuatnya jumawa, melainkan ia terus berupaya untuk lebih baik lagi dalam upaya mencerdaskan anak bangsa yang ia didik.

“Saya selalu berdoa agar diberi kesehatan untuk bisa terus mengabdi sebagai pendidik dan berusaha agar tahun 2022 mendatang dapat meraih juara pada pemilihan guru berprestasi tingkat Provinsi Aceh,” tuturnya.

Saat ini Junaidi, tercatat sebagai guru SMP Negeri 1 Jeunieb yang sebelumnya pada 2005 ia diangkat sebagai guru Bantu Pusat. Baru 2008 atau tiga tahun setelahnya ia diangkat sebagai CPNS tahun 2008. Ia pun menyebut sekolah pertama nya saat itu di SDN 6 Peudada.

Tak lupa ia mengucapkan rasa terimakasihnya khususnya kepada keluarga besar SMPN 1 Jeunieb, serta Kepala Sekolah, Muhammad Dahlan yang diakuinya mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Serta berbagai pihak yang terus mendorong saya hingga bisa seperti ini pada hari ini. Tentunya saya tak berpuas diri melainkan terus berusaha agar bisa mempertahankan bahkan lebih baik lagi dimasa akan datang,” tandasnya.

Editor: Baihaqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *