Sel. Nov 30th, 2021
Literasi Digital: Keterampilan Digital yang Wajib Dikuasai

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menggelar webinar literasi digital untuk wilayah Kota Lhokseumawe. Webinar yang mengangkat tema keterampilan digital yang wajib dikuasai tersebut berlangsung secara virtual pada Selasa (23/11) via zoom meeting.

Narasumber yang membahas tema tersebut adalah H Raseno Arya SE MM (Asdep Personal Kemenpar 2015 – 2018 dan Pemerhati Pariwisata), Irjan A Siradjuddin SAP (Tenaga Pengajar dan Konsultan), Ir Rizal Syahyadi ST MEngSc (Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe), dan Khairuddin SPd MPd (Ketua Harian Pengurus Pusat Jaringan Sekolah Digital Indonesia atau JSDI).

Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi dalam paparannya menjelaskan bahwa penggunaan media digital akan melahirkan dua kelompok yaitu penggunaan konsumtif dan produktif.

“Penggunaan produktif akan menjadikan IT sebagai sarana kerja atau usaha seperti jualan, promosi wisata, konten kreator, influencer, serta penawaran jasa lainnya yang dapat menambah penghasilan. Sementara penggunaan konsumtif akan menjadikan IT sebagai sarana hiburan, tontonan, dan sebatas pemakaian media sosial saja,” ujar Rizal.

Dikatakan Rizal bahwa sudah banyak tokoh yang umumnya masih muda mampu mengubah sifat konsumtif pemakaian digital menjadi bernilai produktif dengan berbagai macam tema dan kratifitas. Terdapat 4 (empat) prinsip sukses, tambah Rizal, yaitu inovatif, digital-minded, berjiwa wirausaha, dan kolaborasi.

“Beberapa contoh peluang bisnis digital di tahun 2021, diantaranya membangun took online, bisinis afiliasi, konten kreator, bisnis dropship, konten digital, mengajar online, influencer, membuat aplikasi, digital marketing, desain grafis, web developer, serta beberapa peluang lain yang dapat dimanfaatkan,” sebut Rizal.

Sementara itu, Ketua Harian JSDI, Khairuddin menjelaskan bahwa produk lokal dapat dipasarkan di e-market. Misalnya, sebut Khairuddin, kue kering seperti keukarah, meuseukat, produk budaya seperti peci Aceh dan batik Gayo, makanan seperti keumamah, eungkot sale, dan asam sunti.

“Produk lokal yang dipasarkan pada e-market sangat membantu perekonomian usaha kecil menengah dengan pasar yang luas dan biaya yang relatif minim,” kata Khairuddin.

Khairuddin tidak lupa mengingatkan agar menggunakan platform yang terpercaya saat memasarkan produk lokal pada e-market yang tersedia. Pada kesempatan tersebut Khairuddin juga mendemonstrasikan cara membuat toko online atau cara memasarkan produk lokal pada beberapa platform terpercaya. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *