Kam. Agu 18th, 2022
Literasi Digital: Peran E-Market dan Pemanfaatan Media Digital bagi Pelaku UMKM

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menggelar webinar literasi digital untuk wilayah Kota Lhokseumawe. Webinar tersebut berlangsung pada Selasa (16/11) menggunakan aplikasi zoom meeting.

Terdapat 4 (empat) orang narasumber baik nasional maupun lokal yang memaparkan peranan e-market serta pemanfaatan media digital untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bertahan di era digital.

Narasumber pertama, Kepala Pusat Riset dan Pengembangan Seni USK, Zulfkar Taqiuddin SSn MT, menjelaskan keterampilan dasar digital serta software yang dapat digunakan untuk mampu menambah penghasilan di era digital.

“Banyak mahasiswa yang mampu membuat template-template kebutuhan masyarakat dan menjual template-template secara digital. Hal ini tentu sangat bagus untuk menambah penghasilan di masa pandemi dan era digital ini,” ujar Zulfikar.

Sementara itu narasumber kedua dari pihak Research and Development GK Invest, Deky R Suwarna, menegaskan bahwa bermedia sosial merupakan investasi. Banyak orang yang mampu bertahan hidup dan bahkan menjadi sultan di era digital.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Ir Herman Fithra ST MT IPM ASEAN Eng, menekankan bahwa media sosial saat ini sudah menjadi media mengakses informasi semua ranah kehidupan. Mulai dari pendidikan, budaya, sosial, ekonomi, budaya, dan hukum.

“Media sosial malah semakin marak digunakan dalam ajang demokrasi dan investasi. Kampanye saat ini lebih banyak dan mudah mengandalkan media sosial. Oleh karena itu media sosial sangat berpengaruh dalam membawa iklim demokrasi dan investasi ke arah lebih baik,” tutur Herman Fithra.

Narasumber keempat merupakan Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Dr Muhammad Yasar STP MSc, yang menjabarkan bagaimana e-market mampu mengembangkan pelaku UMKM di era digital. Yasar mencontohkan inovasi-inovasi yang dilakukan Poltas yang mampu meningkatkan pelaku UMKM terutama dalam pengembangan marketplace.

“Poltas mengembangkan salah satu marketplace yaitu Meukat yang dapat diunduh melalui Play Store. Pelaku UMKM lokal dan bahkan nasional dapat memanfaatkan aplikasi Meukat untuk mengembangkan usahanya,” sebut Yasar.

Lbih lanjut Yasar mengungkapkan bahwa Poltas juga melakukan inovasi produk lokal. Misalnya rencong batu yang mampu meraih juara I Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

“Dunia UMKM harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital jika ingin eksis di dunia yang serba digital ini. Oleh karena itu webinar digital yang membahas UMKM di dunia digital ini seharusnya dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” tutup Yasar. (*)

Editor: Ami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *