Rab. Jul 6th, 2022
Dosen Unimal Berdayakan Peternak Lebah Trigona di Muara Dua

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Lebah Trigona Sp atau orang Aceh menyebutnya linot merupakan potensi Lokal yang memiliki keunggulan. Komunitas madu linot dan peternak lokal terus berkembang untuk menjalankan budidaya ini karena dapat memberikan pendapatan ekonomi dengan omzet yang lumayan,melestarikan alam dan juga sebagai bahan obat serta dapat dikembangkan di kawasan perkotaan (urban bee).

Potensi ini perlu diedukasi kepada masyarakat, karena di kawasan Kecamatan Muara Dua, kekurangan informasi dan tatacara budidaya sehingga menjadi kendala selama ini. Padahal banyak masyarakat berkeinginan melakukan budidaya linot, minimal dapat dikonsumsi sendiri sebagai obat.

Menyikapi hal tersebut, Muhammad, ST.M.Eng, Wakil Dekan III FT Universitas Malikussaleh yang juga Dosen Teknik Mesin dan Material melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema pemberdayaan peternak lebah Trigona di kecamatan Muara Dua. Muhammad ditemani dua anggota yaitu Reza Putra,ST.M.Eng dan Dr Muhammad,ST.M.Sc (Dosen Teknik Kimia Unimal).

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan budidaya Linot kepada peternak pemula, teknik split koloni, pelatihan komposit dalam bentuk laminasi untuk topping dan perakitan mesin sedot madu. Kita mengambil porsi sesuai kepakaran masing-masing,” ujar Muhammad.

Dikatakan Muhammad bahwa sebagai Dosen Teknik Mesin dan Material, ia menelaah bahan untuk sarang linot yang dapat direkayasa bahannya agar tahan lama dan artistik. Sehingga dapat menjadi lebih menarik ketika stup kayu dapat dilaminasi yang dapat bertahan anti rayap.

Sementara itu materi teknik budidaya di isi oleh Ridho Hafis, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin yang sudah sukses sebagai peternak linot asal Sumatera Barat. Ridho sudah memiliki sekitar 50 koloni di sana.

Zulkifli, peternak linot asal Aceh timur yang lebih dikenal dengan Om Joel Linot yang memberikan perkembangan informasi terkait budidaya linot yang sedang tren di Aceh.

Dekan Fakultas Teknik, Dr Muhammad ST MSc, mengatakan bahwa potensi lokal harus dikembangkan dengan baik agar memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Sebagai makhluk Allah, linot adalah jenis serangga yang dulu kita abaikan, istilah ek linot sering di anggap sepele (ada juga memberi konotasi “meu ek linot“). Padahal peternak-peternak di Malaysia dan Kalimantan sudah mengambil manfaat besar dari lebah ini,” tutur Dr Muhammad.

Lebih lanjut Dr Muhammad menegaskan bahwa sesuai janji Allah pada lebah itu ada obat, maka sebagai insan teknik kita berperan di bidang kita.

“Saya berharap kedepan akan  ada upaya dari mahasiswa teknik kimia untuk mengolah propolis menjadi bahan obat. Saya berharap kepada peserta untuk terus membangun komunikasi dengan kampus. sampaikan kendala, kita akan mengupayakan bagaimana kelanjutan dari kegiatan ini bisa masuk dalam ingkubator bisnis Unimal, kita bantu PIRT dan lain lain untuk kemudahan usaha,” pungkas Dr Muhammad.

Di akhir sambutan Dr Muhammad mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut terselenggara berkat dukungan penuh dari Rektor Universitas Malikussaleh, dan melibatkan LPPM. Pemberdayaan ini tidak bersifat temporer tetapi berkelanjutan.

“Sebagai masyarakat kita harus cerdas memanfaatkan alam sebagai sumber kelangsungan hidup, jadikan hobby sebagai bagian dari pendapatan dan sebisanya merubah leviceps menjadi lexi atau levi’s. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *