Rab. Okt 27th, 2021
Pengurus Masjid Raya Baiturrahman Aceh telah mengizinkan jemaah merapatkan saf ketika salat berjemaah. Salat Jumat di masjid ini pun dipenuhi jemaah. Pantauan, Jumat (8/10/2021), sejumlah Polwan meminta jemaah menggunakan masker di depan gerbang masjid. Meski diingatkan, sebagian jemaah tetap tidak mengenakan masker.

ACEHSIANA.COM | BANDA ACEH – Pengurus Masjid Raya Baiturrahman Aceh telah mengizinkan jemaah merapatkan saf ketika salat berjemaah. Salat Jumat di masjid ini pun dipenuhi jemaah.
Pantauan, Jumat (8/10/2021), sejumlah Polwan meminta jemaah menggunakan masker di depan gerbang masjid. Meski diingatkan, sebagian jemaah tetap tidak mengenakan masker.

Ada jemaah yang melaksanakan salat di bawah payung di halaman masjid dan sebagian besar di dalam masjid. Saf salat tampak rapat dan tak lagi berjarak. Berdasarkan informasi tata laksana salat Jumat, khatib di Masjid Raya Baiturrahman adalah Teungku H Badrul Munir dan imam Dr Salman Al-Hafizh. Salat Jumat berlangsung sekitar pukul 13.05 WIB.

Untuk diketahui, pengurus Masjid Raya Baiturrahman Aceh kembali membolehkan jemaah merapatkan saf ketika salat berjemaah di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Ketentuan merapatkan saf tersebut berkaitan dengan menurunnya kasus COVID-19 di Tanah Rencong.

“Kasus COVID memang cenderung menurun, mungkin juga itu menjadi pertimbangan pak imam,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Alidar saat dikonfirmasi detikcom, Senin (4/10).
Ketentuan merapatkan kembali diberlakukan mulai salat Zuhur, Minggu (3/10). Sejak awal pandemi, pengurus masjid meminta jemaah memberi jarak antara satu orang dengan orang lain dalam saf salat. Alidar menyebut, pertimbangan merapatkan kembali saf salat di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu menjadi kewenangan imam besar masjid.

Menurut Alidar, pihaknya belum mengeluarkan instruksi terbaru terkait saf salat untuk masjid di Aceh. Dia mengatakan saf salat berpedoman ke tausyiah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan imbauan Satgas COVID-19.

“Selama ini hal tersebut dipertimbangkan sendiri oleh pengurus masjid masing-masing dengan mempedomani tausyiah MPU dan instruksi gubernur/Satgas COVID,” jelas Alidar.

Hakim Cek Masjid Sriwijaya yang Mangkrak, Ini Hasilnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *