Sel. Agu 16th, 2022

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Tim terapis Dinas Pendiidkan (Disdik) Aceh melakukan mentoring dan pendampingan program Sekolah Ramah Anak. Hal itu terungkap saat P4TK TK & PLB Bandung menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Grup Disscusion) program Sekolah Ramah Anak di Aceh pada Selasa (5/10) di Banda Aceh.

Kegiatan ini dilakukan secara daring yang melibatkan beberapa stakeholders terkait, yaitu Dinas Pendidikan Aceh, Tim Terapis Autis, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, para Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dari sekolah yang akan menjadi target program Sekolah Ramah Anak di Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM., mengatakan bahwa Sekolah Ramah Anak merupakan suatu program inovasi yang diluncurkan untuk mendukung sekolah, para guru dan sistem pendidikan agar dapat mengakomodasi keragaman semua peserta didik, termasuk kebutuhan khusus mereka di sekolah.

“Tujuan dari program ini adalah menginginkan semua anak termasuk peserta didik berkebutuhan khusus agar tidak tertinggal dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas sebagai bagian dari hak mereka,” ujar Alhudri.

Plt. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK), Muksalmina, S.Pd., M.Si, mengatakan bahwa program Sekolah Ramah Anak bukan berarti membangun sekolah baru, namun program ini mengkondisikan sebuah sekolah agar anak-anak nyaman dalam belajar, serta memastikan sekolah dapat memenuhi hak-hak anak dan melindunginya.

“Program ini sangat bagus dan menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan guru tentang mendidik semua anak termasuk peserta didik  berkebutuhan khusus, serta dapat mewujudnya sekolah yang memiliki budaya inklusif dan layanan pendidikan yang berkualitas untuk semua anak,” sebut Muksalmina.

Dikatakan Muksalmina bahwa sekolah yang akan menjadi target dalam program Sekolah Ramah Anak di Aceh adalah 3 sekolah jenjang Sekolah Dasar, yaitu SD Negeri 20 Kota Banda Aceh, SD Negeri 25 Kota Banda Aceh dan SD Negeri 56 Kota Banda Aceh.

Sementara itu Tenaga Ahli Disdik Aceh Bidang Pembinaan GTK yang juga merupakan koodinator tim terapis autis, Istiarsyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Ed., menuturkan bahwa dalam konteks program Sekolah Ramah Anak yang akan dijalankan di Aceh, tim terapis Autis Dinas Pendidikan Aceh mendapat kepercayaan sebagai perpanjangan tangan dari P4TK TK & PLB untuk melakukan mentoring dan pendampingan kepada tim Save Education Aceh (SEA), yaitu sebuah lembaga yang nantinya akan menjalankan program ini.

“Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan oleh P4TK TK & PLB untuk mendukung terlaksananya program Sekolah Ramah Anak, yaitu kegiatan sosialisasi dan membangun komitmen, pelatihan guru, workshop untuk orangtua, workshop kerjasama guru dan orangtua, serta seminar guru se-Aceh (250 guru dan bisa bertambah menurut kebutuhan) yang bertujuan untuk mensosialisasikan pendidikan inklusif pada guru-guru agar memahami pentingnya pendidikan yang menghargai perbedaan setiap anak,” tutur Istiarsyah.

Istiarsyah mengharapkan agar kegiatan Program Sekolah Ramah Anak dapat berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan untuk memajukan layanan pendidikan anak-anak kita di Aceh. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *