Rab. Okt 27th, 2021
Kemdikbudristek Gelar Festival Literasi Jenjang SMA dan SMK

ACEHSIANA.COM, Bandung – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) menggelar Festival Literasi Siswa Indonesia (FeLSI) jenjang SMA/SMK/MA tahun 2021. Gelaran FelSI berlangusng secara dalam jaringan (daring) pada tanggal 28 September s.d. 1 Oktober 2021. FelSI tahun 2021 mengusung tema Indonesia Bangkit, Literasi Pulihkan Negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen), Jumeri, saat membuka FelSI secara daring menjelaskan bahwa penyelenggaraan FeLSI 2021 memiliki peranan penting dalam menjadikan literasi sebagai fondasi dasar untuk berinteraksi dengan dunia, dalam beradaptasi dengan perubahan dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi. Jumeri sangat mengapresiasi para guru dan keluarga yang telah mendukung potensi anak Indonesia saat mengikuti kompetisi literasi.

“Festival ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar di mana para siswa peserta FeLSI mencerminkan profil Pelajar Pancasila yang siap memberikan kontribusi untuk Indonesia maju, Indonesia gemilang dan tidak terbantahkan oleh dunia,” ujar Jumeri.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Asep Sukmayadi, melaporkan bahwa kemampuan literasi dasar selayaknya terus dikembangkan menjadi kemampuan-kemampuan literasi lanjut. Hal ini, tambah Asep, untuk menghadapi tantangan literasi baru yang mengandalkan penciptaan dan kreativitas seiring dengan perkembangan media baru dan perkembangan industri media 4.0 dan industri 5.0.

“Puspresnas terus berupaya untuk mewadahi pengembangan prestasi dan kemampuan peserta didik di bidang bahasa dan literasi, yang ke depannya insyaallah bukan hanya kita lakukan melalui lomba, lomba bukan satu-satunya tujuan, tapi juga melalui pembiasaan, sehingga terbentuk kemampuan literasi digital yang mumpuni,” sebut Asep.

Dikatakan Asep bahwa FeLSI yang merupakan pengembangan dari lomba jurnalistik yang telah dihelat pada tahun 2020 dengan bidang artikel features, fotografi dan cerita pendek (cerpen). Proses seleksi, lanjut Asep, dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap pertama memilih karya yang dikirim peserta melalui laman resmi Puspresnas dan tahap kedua yang berlangsung saat ini yaitu seleksi melalui penilaian karya baru dan wawancara untuk 25 (dua puluh lima) finalis terpilih dari tiap cabang lomba.

“Nilai tambah dari festival yaitu dengan adanya keikutsertaan peserta dari Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi. Jadi semua kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional juga adalah bagian serta sampai kepada sasaran satuan-satuan pendidikan dan peserta didik di sekolah-sekolah kita di luar negeri,” tutur Asep.

Asep menuturkan bahwa terdapat 12 juri yang terdiri atas unsur akademi dan praktisi profesional di bidangnya masing-masing untuk menyeleksi 483 karya artikel features, 409 karya fotografi dan 1.430 karya cerpen dari total pendaftar 3.206 siswa.

“Kita sudah tidak sabar untuk menyambut karya-karya literasi terkeren dari adik-adik generasi emas Indonesia,” pungkas Asep.

Meskipun dalam suasana pandemi, salah satu juri lomba cerpen, Sinta Yudisia, penulis serta pengasuh ruang Psikologi dan Literasi (Pelita) mengungkapkan kegembiraannya melihat semangat dan antusiasme dari peserta.

“Saya kagum ada sekolah di sebuah daerah yang mengirimkan karya cerpen dari siswanya lebih dari satu. Karya peserta khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa membuat saya takjub, sehingga harus membaca berulang kali untuk memilih 25 finalis,” kata Sinta. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *