Rab. Okt 27th, 2021

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Kemukiman Lawe Sawah memiliki tiga desa masing-masing Desa Lawe Sawah, Lawe Buluh Didi dan Lawe Cimanok yang terletak di pedalaman Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Ketiga desa tersebut dihuni oleh 685 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 3.600 jiwa. Mayoritas masyarakatnya memiliki pekerjaan bertani dan berkebuan dan sebagian kecil berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bahasa Kluet yang mirip dengan Bahasa Alas adalah bahasa yang digunakan dalam keseharian.

Lawe Sawah memiliki historis saat penjajahan Belanda, disanalah tempat persembunyian dan perjuangan seorang pahlawan gagah perkasa yaitu Teuku Cut Ali yang diabadikan namanya sebagai Jalan Teuku Cut Ali di Tapaktuan dan Bandara Teuku Cut Ali bahkan sebuah dusun di Desa Lawe Cimanok memiliki nama Tapak Aulia yang dikenal dengan cerita legendaris mengapa disebut Tapak Aulia, masyarakat setempat mengatakan memiliki tapak besar yang berada dilokasi itu. Terlepas dari cerita legendaris itu semua, akan tetapi sampai saat ini tetap dinamakan Dusun Tapak Aulia.

Disini sedikitnya kami akan mengulas masalah pendidikan. Masyarakat Lawe Sawah adalah masyarakat yang sadar akan pentingnya pendidikan, banyak masyarakat disana menyekolahkan anak-anak mereka hingga lahirlah para sarjana yang sudah bekerja diluar baik di Instansi Pemerintah maupun Swasta.
Sadar perlunya pendidikan, masyarakat Lawe Sawah membangun sekolah dengan swadaya kemudian berdirinya sebuah SMA Swasta tentu dengan harapan anak-anak mereka dapat bersekolah di SMA tersebut dan tidak perlu lagi harus keluar. Namun kenyataan yang dialami sekarang jauh dari harapan.

SMA Swasta Lawe Sawah sudah memiliki tiga unit ruang belajar dan satu unit ruang kantor serta tenaga pengajar yang sangat memadai. Namun terkendala jumlah siswa, tercatat saat ini siswa kelas X memiliki 1 orang siswa dan dua orang lagi akan ada siswa pindahan, kelas XI 10 orang siswa dan kelas XII 7 orang siswa.
Kemudian beberapa waktu yang lalu tim dari Kantor Gubernur Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi apakah layak dioperasionalkan atau akan ditutup.

Namun masyarakat disana berharap agar SMA Swasta Lawe Sawah tetap dihidupkan namun terkendala karena tidak ada siswa. Satu sisi masyarakatnya ingin mempertahankan agar sekolah tersebut tetap beroperasional namun disisi lain anak-anak mereka banyak yang bersekolah diluar. Sejak dulu masyarakat disana menyekolahkan anak-anak mereka ke SMAN 1 Kluet Selatan, SMAN 1 Kluet Utara, MAN 2 Aceh Selatan, MAN 4 Aceh Selatan apalagi sudah ada SMAN 1 Kluet Timur dan SMKN 1 Kluet Timur yang tidak jauh dari Lawe Sawah.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua pembangunan SMA Swasta Lawe Sawah, Zulkarim mengharapkan agar sekolah ini tetap berlanjut. Banyak upaya yang sudah dilakukan dengan membuat qanun agar siswa Alumni SMP dan MTs yang ada di Lawe Sawah semuanya bersekolah di SMA Swasta Lawe Sawah dengan dukungan dari tiga kepala dan perangkat desa yang ada di Kemukiman Lawe Sawah. Karena masyarakat menganggap sekolahnya masih status swasta dengan fasilitas yang masih minim, tentu orang tua siswa memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya keluar dari Lawe Sawah.

“Namun untuk mempertahankan sekolah ini tetap beroperasional, kedepannya segala upaya akan kami lakukan dengan melakukan koordinasi dengan perangkat-perangkat Desa Lawe Sawah, Lawe Buluh Didi dan Lawe Cimanok serta dengan Kepala SMP dan MTs untuk memasukkan agar menghimbau semua siswa-siswanya yang telah menamatkan pendidikan tingkat pertama atau tsanawiyah tetap bersekolah di SMA Swasta Lawe Sawah dan kembali akan dibuat qanunnya,” ucap Zulkarim.

Kepala SMA Swasta Lawe Sawah, Bustanul Huda, S.Ag Alumni Program Study Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry menjelaskan, saat ini SMA Swasta Lawe Sawah sudah memiliki 17 orang guru terdiri dari PNS, tenaga kontrak dan honor. Hal yang sama juga mengharapkan agar masyarakat disana menyekolahkan anak-anak mereka disekolah yang telah mereka bangun, namun satu sisi tidak bisa dipaksakan karena mereka ingin sekolah keluar, upaya inilah yang coba kita lakukan dengan mengharapkan dukungan semua masyarakat agar sekolah ini tetap beroperasional.

Tanggapan juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Annadwi, S.Pd, MM yang sudah empat kali turun langsung ke SMA Swasta Lawe Sawah. Sekolah ini diserahkan kepada masyarakat apakah tetap dilanjutkan atau dihentikan dengan ketiadaan siswa. Kami sangat mendukung agar sekolah ini tetap diteruskan karena letak geografis melewati pegunungan dan jauh dari pusat ibukota Kecamatan Kluet Timur dengan meminta ke Dinas Pendidikan Aceh supaya SMA Swasta Lawe Sawah tetap diberikan izin operasional.

“Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan dengan melihat potensi pendukung adanya SMP dan MTs disana dengan jumlah penduduk 3.600 jiwa lebih layak didirikan sekolah lanjutan atas. Untuk proses penegeriannya tentu banyak faktor yang harus dilihat terutama jumlah siswa yang memadai dan faktor penunjang lainnya. Kami akan berusaha dengan menempatkan guru-guru negeri dan tenaga kontrak untuk membantu kegiatan belajar mengajar dan perlu kami tegaskan apabila izin operasional dicabut akan sulit untuk mengurusnya kembali,” ujar Annadwi.

Penulis : Baihaki

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *