Sel. Nov 30th, 2021
Literasi Digital Kota Lhokseumawe, Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar webinar literasi digital Kota Lhokseumawe pada Jumat (17/9). Webinar yang bertemakan Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial tersebut menghadirkan narasumber nasional dan lokal dengan keynote speaker Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT.

Adapun narasumber nasional yaitu Aidil Wicaksono (Founder Kaizen Room) dan Jamalul Izza (Ketum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Sementara narasumber lokal adalah Drs Ikhwansyah MA (sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe) dan Jon Darmawan SPd MPd (Ketua IGI Kota Lhokseumawe Periode 2016 – 2021/Sekretaris Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) Aceh, dan Mahasiswa Doktor Teknologi Pendidikan Unimed).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ikhwansyah dalam paparannya menjelaskan bahwa ruang digital harus mampu dimanfaatkan oleh para dai untuk menyampaikan dakwahnya.

“Para pendakwah harus memanfaatkan ruang digital dalam menyampaikan materi dakwah. Dengan demikian maka penyebaran dakwah akan semakin masif dan lebih efisien,” ujar Ikhwansyah.

Dikatakan Ikhwansyah bahwa pengguna media sosial yang terus bertambah merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan sangat baik. Oleh karena itu, tambah Ikhwansyah, para pendakwah harus memiliki keterampilan dalam mengisi media sosial dengan konten-konten dakwah.

Sementara itu, Sekretaris JSDI Aceh yang juga guru SMAN 7 Lhokseumawe, Jon Darmawan, mengupas etika digital saat berinteraksi dan berkolaborasi dalam ruang digital sesuai etika. Darmawan menerangkan bahwa ruang digital merupakan ruang yang tidak dipisahkan oleh batas negara maupun batas waktu.

“Ruang digital yang paling banyak digunakan adalah media sosial. Pada masa pandemi, penggunaan ruang digital semakin tidak terbendung. Etika saat berinteraksi dan berkolaborasi dalam ruang digital sangat perlu untuk diperhatikan,” kata Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan menguraikan beberapa etika yang dapat diterapkan selama berinteraksi dan berkolaborasi dalam ruang digital. Beberapa etika tersebut, tambah Darmawan, adalah menggunakan kata-kata sopan dan layak, saring informasi sebelum di sharing, tidak plagiat (cantumkan sumber saat berbagi informasi).

“Pengguna internet atau netizen perlu membatasi diri dalam mempublikasi informasi yang bersifat privasi agar tidak disalahgunakan. Alangkah baiknya informasi bermanfaat yang bersifat edukatif dan inspiratif ketika berinetraksi dalam ruang digital,” pungkas Darmawan.

Narasumber nasional, Aidil Wicaksono membagikan infromasi kecakapan digital yang dapat dieksplor oleh para netizen. Jamalul Izza menjelaskan bagaimana keamanan digital dapat diterapkan oleh netizen saat berinteraksi dan berkolaborasi dalam ruang digital.

Kegiatan yang dipandu oleh Fifien Ervianti tersebut juga menghadirkan Influencer Siti Zumaroh yang berbagi pengalamannya memanfaatkan ruang digital untuk menambah penghasilan. (*)

Editor: Ami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *