Rab. Okt 27th, 2021

ACEHSIANA.COM, Blangkeujeren – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bersama dengan Unicef, DP3AP2KB, DPMK dan Bappeda Kabupaten Gayo Lues menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Pembangunan Desa Ramah Anak (PDRA), Rabu (15/09/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Jum’at mendatang diikuti lima belas orang peserta training terdiri dari empat desa lokus, lintas dinas terkait, pendamping desa, pendamping lokal desa, LSM lokal dan forum anak kabupaten.

Adapun narasumber dalam training ini dari Bappeda, DP3AP2KB Kabupaten Gayo Lues. Training juga difasilitatori oleh Aidil Fan dari TA P3MD dan Master of Trainer (MoT) Provinsi Ns.Asmawar, SKep MM dan Suryadi, AMd. Training ini dilaksanakan pada Aula DP3AP2KB Kabupaten Gayo Lues.

Direktur Eksekutif PKBI Aceh, Eva Khovivah, S.Hum dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pembangunan Desa Ramah Anak (PDRA) dirancang untuk meningkatkan jumlah dan jenis kegiatan pembangunan desa yang berdampak langsung kepada terpenuhinya hak-hak anak.

“Dengan demikian pendekatan pembangunan yang diterapkan dalam PDRA adalah model pembangunan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Eva khovivah.

Sementara Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Gayo Lues, Yunidar SE pada saat membuka acara menyampaikan, PDRA bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan pengulu dan yang lainnya dalam membangun perencanaan program dan penganggaran yang berpihak kepada pemenuhan hak-hak anak.

“Pembaharuan pembangunan desa mensyaratkan adanya gerak aktif dan komitmen dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, anggota BPD, warga desa serta para orang tua dan anak-anak untuk berinovasi dan berkreasi mendayagunakan sumber daya desa untuk pemenuhan hak-hak anak,” kata Yunidar.

Dikatakannya, tujuan training PDRA adalah untuk memfasilitasi penguatan komitmen kepala desa, anggota BPD dan masyarakat desa untuk mengutamakan pemenuhan hak-hak anak sebagai salah satu arah kebijakan perencanaan pembangunan
desa.

Yunidar menambahkan, tujuan dari training ini juga bisa memfasilitasi penyelenggaraan pembangunan desa secara demokratis dan berkeadilan sosial agar anak-anak desa mampu berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Kemudian lanjutnya, memfasilitasi sinergi dan kerjasama antar pemangku kepentingan yang terlibat dalam urusan pemenuhan hak-hak anak untuk memfasilitasi penyelenggaraan PDRA secara terpadu. (*)

Laporan : Suhardinsyah
Editor : Baihaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *