Kam. Mei 26th, 2022

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Kesuksesan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengembangkan pariwisata dalam dua tahun terakhir telah menjadi sorotan dan perhatian serta buah bibir berbagai kalangan. Komisi V DPRK Bireuen melakukan lesson learned ke Aceh Selatan guna meninjau situs-situs wisata tersebut.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid pada tanggal 5 – 7 September 2021 di Tapaktuan. Menurut Suhaimi, potensi yang dimiliki kabupaten penghasil pala tersebut mulai menyeruak ke permukaan. Bahkan, tambah Suhaimi, pariwisata Aceh Selatan masih mampu eksis walau ditengah pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan banyak sektor tersebut.

“Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan lessons learned dari upaya dan strategi penumbuhkembangan pariwisata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan,” ujar Suhaimi.

Dikatakan Suhaimi bahwa pihaknya sangat terinspirasi dan termotivasi oleh keberhasilan Aceh Selatan dalam mengangkat potensi wisatanya. Apalagi, lanjut Suhaimi, Aceh Selatan telah memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA).

“Konsep yang dibangun Aceh Selatan ini patut dicontoh oleh kami. Apalagi pariwisata Aceh Selatan telah mampu menembus Anugerah Pesona Indonesia (API),”  kata pendiri LSM Aceh Green ini.

Suhaimi menilai bahwa kemampuan Aceh Selatan memanfaatkan ajang API Award benar-benar efektif mengangkat potensi pariwisatanya. Sekarang, tutur Suhaimi, publik banyak memburu cinderamata terpopuler 2020 Rencong Batu dan sangat penasaran dengan Surfing Samadua.

“Saat ini semua orang ingin berkunjung ke Puncak Sigantang Sira dan Anjungan Tapak Tuan Tapa, dimana keduanya masuk sebagai nominasi API Award 2021,” tutur Suhaimi.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Safril SSos mengaku sangat gembira menerima kedatangan rombongan anggota DPRK Bireuen. Pihaknya, sebut Safril, bersedia mensharing kiat-kiat yang telah dilakukan dalam rangka mendorong percepatan penumbuhkembangan sektor pariwisata di wilayahnya.

“Hal ini tidak terlepas dari kolaborasi seluruh komponen dan elemen pembangunan, yakni pemerintah, kampus, masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada, terutama pelaku dan penikmat wisata,” ucap Safril.

Lebih lanjut Safril menegaskan bahwa pihaknya sanggup bekerjasama dalam hal pengembangan sektor ini ke depan. Safril berharap pariwisata Aceh terus berkembang dan maju sehingga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara umum, pungkas Safril.

Turut hadir dalam kegiatan lessons learned tersebut Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Wakil Ketua DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid, serta Anggota Komisi V DPRK Bireuen yang terdiri-dari: Zulfahmi, ST, MT, Amryadi, Rosmani, Sufyannur, Amartana Pusri, M. Jafar, Tgk. Razali Nurdin, dan Yusriadi, SH. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *