Rab. Okt 27th, 2021

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Guna meningkatkan layanan bagi penyandang disabilitas, Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh mengutus tim terapis ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan tersebut berlangsung pada 2 Agustus 2021 hingga saat di beberapa SLB Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tim yang diutus Disdik Aceh merupakan tim terapis autis yang terdiri dari 11 terapis dan 1 orang dokter untuk melakukan asesmen ke beberapa SLB di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Program tersebut merupakan terobosan baru Dinas Pendidikan Aceh untuk melayani anak-anak disabilitas.

Kepala Disdik Aceh, Drs Alhudri MM, melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina SPd Msi, menjelaskan bahwa untuk saat ini SLB di Aceh sebagian besar belum memiliki sumber daya terapis. Oleh karena itu, tambah Muksalmina, tim terapis yang telah dibentuk ini dapat menjadi partner sekolah dalam memberikan layanan terbaik untuk anak-anak autis agar mereka dapat tumbuh dan berkembangan dengan baik, hidup mandiri, berkreativitas, dan memiliki potensi yang baik seperti anak-anak pada umumnya.

“Peserta didik berkebutuhan khusus atau disabilitas adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama dengan anak lainnya untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Aceh akan terus berusaha untuk memberikan layanan terbaik bagi mereka,” ujar Muksalmina pada Jum’at (27/08).

Dikatakan Muksalmina bahwa program tersebut merupakan program baru untuk memperbaiki sistem layanan pendidikan yang lebih baik ke depannya. Diharapkan dengan adanya program ini, lanjut Muksalmina, anak-anak autis di sekolah mendapatkan penanganan yang lebih optimal.

Tenaga Ahli Disdik Aceh Bidang Pembinaan GTK yang juga coordinator tim terapis, Istiarsyah SPdI SPd Md, menerangkan bahwa autisme adalah sebuah spektrum gangguan perkembangan saraf yang signifikan dapat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam berkomunikasi, baik verbal maupun nonverbal, serta berpengaruh terhadap kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi. Jika ini tidak ditangani dengan segera, sebut Istiarsyah, maka akan berpengaruh buruk terhadap kinerja perkembangan pendidikan anak. Salah satu treatment yang terbaik untuk anak autis adalah dengan terapi.

“Tim saya telah turun ke sekolah-sekolah luar biasa di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sejak tanggal 02 Agustus 2021 hingga saat ini untuk melakukan kegiatan Needs Assessment sebelum program terapi dijalankan. Kegiatan ini merupakan langkah pengumpulan informasi yang komprehensif dengan menggunakan kaidah asesmen yang memperhatikan 3 hal  yaitu characters, time dan setting,” tutur Istiarsyah.

Istiarsyah menambahkan bahwa mereka menggunakan asesmen milestone VB-MAPP dari Mark L. Sundberg, Ph.D., BCBA-D, dengan mengisi scoring form sesuai dengan butir instrument. Ada 170 milestone yang diasesmen, di mana milestone tersebut dibagi menjadi 3 level.

“Nah, level inilah yang nantinya akan menentukan kebutuhan belajar anak. Ini adalah terobosan baru program Disdik Aceh, kami berharap bantuan do’a dan dukungan dari berbagai pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik dan kami dapat memberikan layanan yang optimal untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Aceh,” tutup Istiarsyah. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *