Rab. Jul 6th, 2022
Bantu Pengrajin Eceng Gondok, Dosen Teknik Pertanian USK Gelar Pengabdian di Arongan Lambalek

ACEHSIANA.COM, Meulaboh – Guna membantu pengrajin eceng gondok, Dosen Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pengabdian masyarakat di Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (10/8) di Arongan Lambalek.

Ketua Tim Pengabdian, Dr Devianti STP MP, menjelaskan bahwa kegiatan merupakan bagian dari Tri darma perguruan tinggi. Kegiatan tersebut, tambah Devianti, didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan perbaikan teknologi pengeringan dari sistem konvensional menjadi aplikasi Solar Dryer untuk Pengeringan Enceng Gondok di UKM Kreatif,” ujar Devianti.

Dikatakan Devianti bahwa kelompok masyarakat kreatif yang tergabung dalam UKM mitra Kreatif/EG- CRAFT tersebut telah memanfaatkan tanaman gulma air eceng gondok sebagai klaster ekonomi baru yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Mereka, lanjut Devianti, berhasil mengolah tanaman pengganggu ini menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomis tinggi dan mampu menembus pasar dalam dan luar negeri.

“Selama ini proses pengolahan dilakukan dengan menjemur dibawah matahari langsung pada badan jalan Kampung setempat. Sehingga akan kurang efektif ketika cuaca mendung dan hujan. Sementara permintaan akan produk kerajinan enceng gondok sangat tinggi baik dari lokal maupun mancanegara, bahkan produk bahan baku enceng gondok kering yang telah dikepang juga sangat tinggi. Namun dengan teknik pengeringan konvensional yang dilakukan pengrajin, pemenuhan akan permintaan produk tidak terpenuhi,” terang Devianti.

Devianti menambahan bahwa tim pengabdian dari Teknik Pertanian USK melakukan introduksi pengeringan solar dryer yang dapat mempercepat proses pengeringan yang biasanya membutuhkan waktu selama 15 hari. Dengan adanya Pengeringan solar dryer, sebut Devianti, dapat mempercepat proses pengeringan menjadi 7 hari.

“Karakteristik solar dryer memiliki tiga ventilasi dan 1 Exhaust fan, dengan tujuan membuang uap air sehinga kelembaban menjadi stabil dan terjadi peningkatan suhu. Ruang pengering tersebut mempunyai p x l x t = 4 x 2 x 2,7 m. Dilengkapi dengan sensor pengukur suhu terhubung dengan internet of things (IoT) untuk mengetahui sebaran suhu di dalam ruang pengering,” urai Devianti.

Lebih lanjut Devianti menuturkan bahwa mitra pengabdian sangat senang dengan bantuan ini dan berharap kapasitas ruang pengering dapat ditingkatkan untuk kedepan

Tim dosen yang tergabung dalam kelompok pengabdian ini adalah para dosen TP USK yang terdiri-dari Dr. Indera Sakti, Dr. Yusmanizar, Dr. Ramayanti Bulan, Dr. Agus Arif Munawar, Diswandi Nurba, M. Si, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc serta Konsultan KOMPAK Dr. Mustafril, ST. M.Si. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *