Jum. Sep 24th, 2021
Polemik Survei Lingkungan Belajar, Kemdikbudristek Akan Evaluasi

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Terkait polemic Survei Lingkungan Belajar, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) berjanji untuk melakukan evaluasi. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbangbuk) Kemdikbudristek, Anindito Aditomo pada Kamis (29/7) di Jakarta.

Menurut Anindito, survei tersebut sempat diuji coba kepada sekolah penggerak dan akan dievaluasi. Hasil akhir evaluasi nantinya, tambah Anindito, akan digunakan untuk survei lingkungan belajar pada Asesmen Nasional (AN).

“Masih bisa berubah. Seperti saya sampaikan kemarin, instrumen survei secara prinsip memang terus dievaluasi dan disesuaikan berdasarkan data dan masukan,” ujar Anindito.

Dikatakan Anindito, uji coba survei yang dilakukan pada sekolah penggerak merupakan tahapan terakhir. Tahapan ini, lanjut Anindito, termasuk pada uji coba empiris, yakni menguji coba survei kepada responden yang mirip dengan responden AN nantinya.

Anindito menjelaskan bahwa tahapan pembuatan instrumen survei, diawali dengan membuat kerangka asesmen. Kerangka asesmen ini mendefinisikan tujuan pengukuran seperti kenapa pengukuran dilakukan dan apa saja yang akan diukur.

“Apa yang dimaksud dengan literasi, apa yang dimaksud dengan akhlak mulia, dengan pembelajaran mengajar yang baik, dengan iklim keamanan, iklim kebhinekaan, harus kita definisikan secara jelas dulu,” terang Anindito.

Anindito melanjutkan bahwa Kemendikbudristek akan melakukan kajian pustaka untuk menyusun indikator-indikator dan butir spesifikasinya. Jika sudah ada instrumen maka literatur bisa digunakan dan disesuaikan dengan konteks yang akan diukur. Tahapan selanjutnya adalah membuat draf awal, yang juga sebagai evaluasi.

“Pertama, evaluasi kontennya secara kualitatif. Jadi kita mengundang pakar dan reviewer independen, untuk melihat apakah butir-butir itu relevan, bisa dipahami dengan baik atau tidak, menimbulkan salah tafsir atau tidak,” pungkas Anindito.

Setelah semuanya selesai, maka akhirnya adalah uji coba yang salah satunya dilakukan pada sekolah penggerak. Instrumen-instrumen survei inilah yang saat ini beredar di masyarakat, khususnya di kalangan sekolah penggerak. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *