Kam. Des 2nd, 2021
Dom Drien, Silaturahmi Ala Palosta

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Ada hal unik ketika Perkumpulan Alumni SMKN 1 Pasie Raja (Palosta) melaksanakan ajang silaturahmi tahun 2021. Bagaimana tidak, silaturahmi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian agro Dom Drien. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (17/7) di Gampong Jambo Papeun Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Kabupaten Aceh Selatan sedang dilanda musim durian. Tibanya musim durian tidak hanya mendongkrak ekonomi petani sebagai pendapatan musiman tetapi juga menghangatkan suasana sosial di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya setiap momen panen durian biasanya kebun durian ramai ditungguin tidak hanya oleh petani pemilik kebun tetapi juga para keluarga dan kolega.

Terdapat tradisi yang masih dijalankan secara turun temurun di kalangan masyakat Aceh Selatan yaitu menginap di bawah pohon durian atau kebun durian. Masyarakat menyebutnya dengan istilah dom drien yang berarti bermalam menunggu durian jatuh. Berbeda dengan istilah keumit drien atau menunggu durian, dom drien khusus dilakukan pada malam hari.

Salah seorang peserta, Hasbaini, menjelaskan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut terbuka untuk seluruh alumni dan guru yang berminat. Sedikitnya, tambah Hasbaini, terdapat 30 orang hadir dalam kegiatan tersebut dari berbagai angkatan dan daerah. Bahkan salah seorang guru yang saat ini bertugas di Nagan Raya ikut serta meramaikan kegiatan unik ini.

“Kegiatan dom drien ini difasilitasi langsung oleh Keuchik Jambo Papeun, Hadi Irani. Kebetulan isteri pak keuchik merupakan alumni kami juga. Beliau memiliki kebun durian dimana tempat dan lokasinya tidak hanya strategis tetapi sangat indah,” ujar Hasbaini.

Ketua Ikatan Alumni SMKN 1 Pasie Raja (Palosta), Dr Muhammad Yasar STP MSc, mengungkapkan bahwa ide dom drien tersebut muncul saat perlunya mengangkat kearifan lokal yang unik dan menarik serta memiliki makna silaturahmi sosial yang tinggi. Tradisi dom drien, sebut Dr Yasar, perlu dilestarikan dan potensial untuk dikemas sebagai paket wisata agro yang menarik.

“Melihat potensi geografisnya, desa Jambo Papen dan sekitarnya ini sangat cocok dijadikan sebagai desa wisata dom drien. Kebun duriannya tidak jauh dari jalan raya, slope lahan tergolong landai, kebun masyarakatnya sangat luas, dan memiliki alur sungai yang sangat apik untuk kegiatan wisata”, jelas Yasar lebih rinci.

Sementara Keuchik Jambo Papeun, Hadi Irani, menyambut kegiatan Palosta ini dengan suka cita. Menurut Hadi, pesertanya sangat beragam dan tidak sekedar menunggu durian jatuh semata. Banyak diskusi menarik dalam pertemuan ini. Hadi bahkan mengaku, secara pribadi sedang menyiapkan lahannya dengan berbagai fasilitas agar suasana dom drien lebih nyaman ke depan.

Dom drien yang turut dihadiri Kadis Sosial Aceh Selatan, Zubir Efendi, S.Pt dan Direktur Poltas, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc ini turut dikemas dengan durian party yang menyuguhkan berbagai penganan lokal berbahan durian seperti leukat kuah drien, lemang drien, ketupek drien, dan pulot thot drien. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *