Jum. Jul 23rd, 2021

Acehsian.com. Pak Rahman. Itulah saya memanggil beliau. Masa awal Rekon Aceh Pasca Tsunami. Kami sering bertemu bersama, membicarakan upaya untuk membantu korban tsunami cerita ustadz Irawan Abdullah di Facebook nya.

Melakukan pemberdayaan dan membuka lapangan kerja itulah yang beliau lakukan. Bahkan sesudah shalatpun beliau menelpon teman teman untuk membantu korban “ini zikir saya” Kenang ustadz irawan.

Beliau adalah pejuang kemanusiaan yang bernama Abdul Rahman Abbas bin Nya’ Abbas tutup usia pada hari senin 12 Juli 2021 pukul. 12 wib di RS Islam Cempaka Putih.

CEO Rahmania Foundation ini yayasan beliau, gagasan ini yang banyak melahirkan anak muda aceh korban tsunami dilatih keterampilan, mereka di bengkel Rahmania Faondation, panti asuhan untuk anak tsunami bahkan bank pemberdayaan ekonomi ummat lahir dari pemikiran beliau.

Gedung Rahmania foundation ada di Trieng gadeng Pijay persis di samping taman pantai wisata Trieng gadeng, gedung ini sekarang digunakan untuk SLB Baitul Ilmi Pijay. Gedung Rahmania di cunda lhokseumawe menampung yatim piatu, begitu juga gedung Rahmania di Bireuen. Rahmania Bireun sekarang digunakan tempat Hafiz al-Quran oleh Turky.

Beliau kelahiran Bireun di Desa Kampung baro jalan Habib Puteh nomor 28. Abbas (ayahnya) berasal dari Kp Blang Mangki Simpang Tiga Pidie dan Ibunya dari Kp Aree Pidie. Merantau ke Bireun yang berprofesi Pedagang Kain.

Rahman Abbas, sejak muda sudah merantau ke Jakarta hingga sukses bekerja di beberapa peruhaan kelas internasional, lama bekerja di tanah Arab, beramat di perumahan pondok gading jakarta.

Semoga semangat beliau serta cita cita kebajikan akan dapat diteruskan oleh generasi berikut harap ustadz Irawan Abdullah anggota DPRA.

Harap ustadz Irawan Karya dan buah pikirnya menjadi amal jariyah bagi almarhum yang sudah kembali kepada Allah SWT.

Selamat jalan pejuang kemanusiaan. Dedikasimu dan inspirasi mu menjadi Motivasi untuk kami yang ditulis pada laman Facebooknya pada Selasa 3 Dzulhijjah 1442H bertepatan 13 Juli 2021 M di kediamannya Ulee Kareng Banda Aceh.

Allummagfirlahu warhamhu wa’afihii wa’fu’anhu.

Editor: hamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *