Sab. Jul 24th, 2021

Acehsiana.com. MEUREUDU _ Tenaga kepustakaan SMAN 1 Meureudu dilatih tenaga ahli dari IAIN Lhokseumawe mengelola aplikasi SLiMS, Rabu dan Kamis, 14-15 Juli 2021, di Lab. komputer sekolah. SLiMS (Senayan Library Management System) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan.

“Sama seperti di Gramedia. Jadi pengunjung tinggal mengakses lewat aplikasi tersebut apa saja buku-buku yang dijual di Gramedia tanpa harus keliling ke seluruh penjuru gedung,” jelas Mustafa, ramah.

Menurut akademikus IAIN Lhokseumawe tersebut, aplikasi SLIMS juga berfungsi untuk membuka wawasan anak-anak akan kemajuan teknologi perbukuan. Hal ini diiyakan Cut Aja Mastura, Juliyanti dan beberapa tenaga perpustakaan sekolah tersebut.

“Iyalah. Dengan adanya teknologi semacam ini para siswa lebih asyik lagi untuk berkunjung ke pustaka. Karena bukan hanya bisa baca buku secara manual, tapi juga bisa secara daring,” papar Mastura.

Amatan penulis kabar, Mus — demikian laki-laki itu disapa — menampilkan aplikasi tersebut lewat infokus ke papan putih di depan ruang lab., lalu dengan tampilan lebih jelas tersebut, laki-laki berwajah ramah itu menunjukkan tiap-tiap fitur kepada peserta pelatihan.

Di samping melatih tenaga kepustakaan untuk lebih profesional, Mus juga membantu membuatkan website sekolah. Web sekolah tersebut nantinya membantu para guru dan siswa berkreasi dan menunjukkan apa saja yang dimiliki sekolah.

“Kalau ada kegiatan, berita dan foto-foto kegiatan bisa dipajang di sana. Terus juga pengumuman apa misalnya. Terus karya guru dan karya siswa. Termasuk profil kepala sekolah dan para guru, bisa ditampilkan di sana.”

Dihubungi via seluler, Kepala Sekolah SMAN 1 Meureudu Husna, M.Pd., dengan kalem dan tawa kecil menyampaikan bahwa itulah upaya kecil sekolah dari sekian-sekian upaya kecil yang lain untuk menghidupkan ruh sekolah.

“Di era globalisasi, hal-hal yang berbasis digital akan merambah ke semua lini kehidupan. Konon lagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, mau tidak mau, perpustakaan sekolah segogyanya juga harus diupayakan mengikuti tren yang ada sekarang yakni berbasis online,” ungkap kepala sekolah ramah senyum tersebut.

“Mudah-mudahan mimpi kita bersama, melahirkan manusia literat-manusia literat di Negeri Japakeh dapat terwujud. Karena tidak ada negara di dunia ini yang melesat maju tanpa diawali budaya membaca yang dahsyat. Terima kasih,” demikian pungkasnya. (EM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *