Rab. Okt 27th, 2021

Acehsiana.com – MEULABOH- Guna menindaklanjuti program dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh untuk mensosialisasikan diseminasi hasil pemetaan mutu kabupaten/kota tahun 2021

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan diseminasi pemetaan di Gedung B Aula Disdikbud setempat, Sabtu (10/07/2021).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi itu nara sumber dari LPMP Provinsi Aceh, Ketua MPD Kabupaten Aceh Barat, Tim TP MPD Aceh Barat, Kacabdindik Wilayah Aceh Barat dan jajarannya, para Kabid Disdikbud Aceh Barat, Korwas, MKKS dan K3S.

Kepala Disdikbud Kabupaten Aceh Barat, Bismi SPd yang sedang kurang sehat diwakili Sekretaris Cut Asih Riri Meutia BA menyampaikan, ada beberapa poin kebijakan yang dilakukan Disdikbud Kabupaten Aceh Barat.

Cut Asih Riri Meutia menjelaskan, poin pertama, pelaksanaan pembelajaran di Kabupaten Aceh Barat pada ajaran baru tahun ini masih berpedoman kepada edaran Bupati Aceh Barat tahun 2020, yaitu dengan tatap muka terbatas atau pola sift dengan prokes yang ketat.

“Namun kita tetap memantau perkembangan khususnya di Aceh Barat jika sewaktu-waktu ada peningkatan resiko, maka bisa saja kita hentikan dan kembali belajar dengan pola jarak jauh,” ujar Cut Asih.

Lebih jauh dijelaskannya, dalam penetapan nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, MPD, Dinkes, Cabang Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya. Kami berupaya semaksimal mungkin proses belajar mengajar dapat dijalankan dengan tatap muka, karena berdasarkan pengalaman belajar jarak jauh atau daring tidak efektif.

Poin kedua, Disdikbud Kabupaten Aceh Barat terus mendorong kesiapan sekolah dalam menyiapkan prokes untuk pelaksanaan proses belajar mengajar mulai dari penganggaran Dana BOS untuk penyediaan sarana dan prasara prokes di sekolah dan meninjau langsung guna memastikan kesiapan tersebut.

“Hasil pemantauan ke beberapa sekolah sudah sangat siap, namun masih ada sekolah yang harus kita dorong kesiapannya, terutama dalam hal kebersihan lingkungan, ruang kelas, toilet, ketersediaan tempat cuci tangan, masker, dan lain-lain,” ucapnya.

Selanjutnya poin ketiga, dalam upaya peningkatan mutu tahun ini, kita merencanakan beberapa kegiatan tindak lanjut hasil pemetaan tahun 2020 diantaranya kegiatan SPMI, SPME dan pelatihan lainnya.

“Selain tiga poin tersebut Disdikbud Kabupaten Aceh Barat pelaksanaan kebijakan nasional melalui Kemdikbudristek Dikti juga menjadi perhatian, seperti persiapan sekolah penggerak pada tahun 2022, program merdeka belajar dan kegiatan lainnya,” tambah Cut Asih.

Dengan kondisi pandemi saat ini, kita menyadari akan adanya pemyesuaian-penyesuaian berbagai kebijakan baik dari pusat hingga daerah. Namun kami tetap melaksanakan kegiatan rutin di dinas sebagaimana biasanya sembari berharap pandemi ini cepat berlalu, pungkasnya.

Editor : Baihaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *