Rab. Okt 27th, 2021
Dirjen Dikti Sebut Pandemi Covid-19 Tantang Dunia Pendidikan Gunakan Teknologi

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Guna mennyongsong generasi Indonesia emas pada tahun 2045, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Prof Nizam mengajak semua pihak untuk berinvestasi di dunia pendidikan. Hal itu disampaikan Nizam dalam sebuah webinar pada Jumat (25/6) di Jakarta.

Menurut Nizam, Indonesia dihadapkan pada tantangan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Tujuannya, tambah Nizam, agar cita-cita menyongsong generasi Indonesia emas di tahun 2045 dapat tercapai dengan memanfaatkan bonus demografi.

“Sangat penting investasi di dunia pendidikan. Sebab, keberhasilan sejumlah negara di dunia, seperti Korea, Jepang, China karena kesadaran mereka berinvestasi di dunia pendidikan,” ujar Nizam.

Nizam mengajak semua pihak peduli dengan pendidikan, terutama di tingkat perguruan tinggi. Pemerintah, lanjut Nizam, telah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk siswa lulusan SMA yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tapi terhalang masalah biaya.

Dikatakan Nizam bahwa Jepang yang hancur karena Perang Dunia II bisa bangkit kurang dari 30 tahun karena memanfaatkan bonus demografi, yakni fenomena saat jumlah rakyat usia produktif (15 tahun hingga 64 tahun) lebih banyak daripada usia nonproduktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Korea Selatan merasakan hal serupa pada medio 1990-an, disusul China pada era 2000-an.

Sementara Indonesia, sebut Nizam, juga harus maksimal memanfaatkan bonus demografi mulai 2030. Caranya, kata Nizam, dengan membangun SDM yang berkualitas, salah satunya lewat pendidikan.

“Pendidikan itu penting jika Indonesia ingin jadi negara maju. Hanya saja, tantangannya masih cukup berat,” ungkap Nizam.

Lebih lanjut Nizam menambahkan bahwa terdapat beberapa tantangan nasional yang akan dihadapi Indonesia. Antara lain, tutur Nizam, demokratisasi dan transformasi sosial, kesenjangan, kemiskinan, hingga ketergantungan produk impor. Nizam memastikan bahwa Kemdikbudristek berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pendidikan yang berkualitas. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *