Sel. Okt 26th, 2021

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Dosen Bahasa Inggris Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (USK) Dr. Iskandar Abdul Samad, S.Pd MA menginisiasi mengundang lintas organisasi/lembaga guru dan pemerhati pendidikan pada acara ngopi santai, Minggu (20/6/2021) di salah satu warkop di Banda Aceh.

Ketua IGI Aceh yang diwakili oleh Sekum Fitriadi, menyambut baik program yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut.

“Pada dasarnya program ini sesuai dengan visi dan misi IGI yaitu meningkatkan mutu guru dan gerakan literasi, maka kita akan bersinergi dan berkalaborasi untuk mengsukseskannya”, ungkap Fitriadi.

Lanjutnya, saat ini IGI terus bergerak melatih para guru-guru agar mutu mereka terus meningkat, sehingga mutu pendidikan Aceh menjadi lebih baik.

Sementara itu, Iskandar menyebutkan dalam pertemuan ini membahas issue-issue tentang pendidikan yang bisa kita kemas dalam kegiatan Postgraduate Student Seminar Series

Diantara organisasi/lembaga guru , PGRI, IGI, FGII, Pergunu, Asgunad, Kobar GB, JSDI. “Pada hari ini kita undang beberapa saja dulu untuk tahap awal, selanjutnya lebih banyak lagi, “ujar Iskandar Samad.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan kepala sekolah dan guru dalam menulis best practice dan karya ilmiah tidak perlu diragukan lagi. Ini diketahui ketika ia menjadi salah satu tim penilai kepala sekolah/guru berprestasi.

“Hasil best practice hanya digunakan dan dipublish paling tinggi di tingkat Nasional. Namun ketika dilihat di publikasi-publikasi internasional tidak terdapat karya guru, “ungkapnya.

Untuk itu ujar Iskandar melalui pertemuan yang kita lakukan pada hari ini dengan lintas organisasi/lembaga pendidikan untuk dapat bersinergi dan kolaborasi mewujudkan guru mempublikasikannya di jurnal internasional.

Disamping Iskandar Samad pada kegiatan tersebut turut hadir juga Ketua Badan Bisnis USK, Dr Syaifullah Muhammad.

Syaifullah memaparkan bahwa yang bisa dilakukan ke depan bukan hanya aktifitas publikasi tetapi lebih dari itu, yaitu hak paten.

“Guru dan siswa bisa kita latih produk-produk inovasi dan diurus hak patennya, sehingga nantinya sekolah-sekolah ada produk yang dihasilkan, “ungkap Syaifullah.

Semua peserta menyambut antusias apa yang disampaikan Iskandar Samad dan Syaifullah Muhammad. Mereka mengharapkan apa yang telah dibahas pada pertemuan ini dapat segera direalisasikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *