Sel. Nov 30th, 2021
Kemdikbudristek Petakan Tantangan Hadapi Teknologi dalam Pendidikan Indonesia

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) memetakan tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi informasi di dunia pendidikan Indonesia. Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Sub Koordinator Perancangan Aplikasi Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Arif Darmawan, pada Jumat (11/6) di Jakarta.

Menurut Arif, terdapat empat kendala yang harus dicarikan solusinya agar teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Keempat tantangan tersebut, tambah Arif, yaitu, pertama, ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah. Ketimpangan ini sangat terasa, tidak hanya dari segi infrastruktur internet namun juga kualitas teknologi informasinya.

“Koneksi internet kita mengarah ke (sinyal) 5G sekarang. Kita juga harus menyadari bahwa pelosok-pelosok daerah sana, di daerah-daerah tertentu, ada yang bisa dibilang 3G, 2G, bahkan 1G. Itu kenyataannya seperti itu,” ujar Arif.

Dikatakan Arif bahwa tantangan kedua adalah keterbatasan kompetensi guru. Jika semua komponen teknologi informasi sudah dilengkapi di sekolah, sebut Arif, namun gurunya tidak siap maka tidak akan berjalan. Hal ini berarti bahwa komponen yang lain nantinya akan pincang.

“Contohnya pada satu lab komputer, ada sekian puluh laptop, koneksi internet melimpah, tapi SDM-nya tidak punya kompetensi,” tutur Arif.

Tantangan selanjutnya, tutur Arif, yaitu keterbatasan sumber daya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan. Hal ini lebih kepada sumber daya lain seperti internet, keterbatasan kuota, serta infrastruktur internet dan teknologi informasi.

Lebih lanjut Arif menambahkan bahwa tantangan lainnya yakni relasi guru, murid, dan orang tua dalam pembelajaran daring belum integral.

“Karena kondisi sekarang adalah di masa pandemi dan daring, kita lihat relasinya antara komponen-komponen itu harus kita perbaiki,” tegas Arif.

Arif menerangkan bahwa solusi dari itu semua yakni inovasi-inovasi yang harus terus didorong. Perlu dipikirkan adanya upaya untuk pembaharuan atau menemukan hal-hal baru di dalam komponen yang sudah dimiliki pendidikan Indonesia saat ini.

Di dalam pembelajaran, kata Arif, akan diperlukan banyak inovasi. Inovasi yang dimaksud, pungkas Arif, tidak hanya tentang teknologi dan operasionalnya saja namun juga dari segi proses pembelajaran.

“Kualitas pembelajaran itu meliputi proses pembelajaran itu sendiri dan tentunya hasil pembelajaran,” tutup Arif.

Editor: Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *