Sen. Jun 21st, 2021
Mendikbud Prioritaskan Digitalisasi Sekolah Daerah 3T

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyebutkan bahwa akses internet yang tidak merata menjadi tantangan terbesar pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu disampaikan Nadiem dalam webinar pada Senin (24/5).

Menurut Nadiem, akses internet menjadi satu tantangan terbesar bidang pendidikan di masa pandemi Covid-19. Dikatakan Nadiem bahwa akses internet menjadi kendala di tengah upaya menerapkan kebijakan pendidikan yang mengedepankan kualitas, namun tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Tidak meratanya akses terhadap infrastruktur teknologi dan internet ini menjadi salah satu tantangan terbesar kita dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ujar Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menambahkan bahwa perlu adanya solusi guna mencari berbagai jalan ke luar untuk melaksanakan pendidikan selama pandemi, khususnya wilayah yang tidak terkaver akses infrakstruktur teknologi atau internet. Misalnya, tutur Nadiem, melalui kemitraan Pemerintah dengan swasta maupun masyarakat.

Nadiem menyadari bahwa kebijakan dan aturan yang ditetapkan Pemerintah tidak akan bisa mencapai tujuannya tanpa ada dukungan masyarakat di lapangan.

“Hubungan yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat harus saling melengkapi dan menguatkan, dalam hal ini pelaku dunia usaha, swasta juga perlu menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab untuk upaya peningkatan kualitas pendidikan,” tutur Nadiem.

Nadiem mendorong agar sumbangsih swasta dalam bidang pendidikan tidak hanya sekadar menuntaskan kewajiban CSR, tetapi semestinya bersifat kelanjutan. Nadiem memberikan contoh tentang salah satu praktik kemitraan antara KemendikbudRistek dengan Danone Indonesia untuk memastikan pembelajaran berkualitas di masa pandemi Covid-19.

Melalui kemitraan itu Danone dan Kemdikbudristek tersebut, kata Nadiem, mampu mencetak dan mendistribusikan 33 ribu eksemplar modul pembelajaran jarak jauh luring tingkat SD untuk 146 SD di 12 kecamatan di Kabupaten Belu, NTT.

“Model pembelajaran tersebut ditujukan untuk pembelajaran di rumah dengan bimbingan dari orang tua. Kami juga mengupayakan program dukungan pendidikan yang berkelanjutan, diwujudkan melalui pemberian materi edukasi peningkatan literasi dan penguatan karakter,” terang Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem mengharapkan agar kemitraan pemerintah dengan swasta di bidang pendidikan ini terus berlanjut dan meluas di berbagai wilayah. Hal ini, tutup Nadiem, perjalanan dalam mengembangkan pendidkan di Indonesia masih panjang dan banyak tantangannya.

“Saya berharap praktik baik kemitraan pemerintah dan swasta ini dapat menginspirasi untuk kolaborasi yang bermanfaat untuk mendukung merdeka belajar,” pungkas Nadiem. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *