Sen. Jun 21st, 2021
Mengagumkan, MAN 2 Subulussalam Ciptakan Produk Inovasi Pertanian "BioMAN-II"

ACEHSIANA.COM, Subulussalam – Mengagumkan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Subulussalam menciptakan produk inovasi pertanian. Setelah berhasil melaunching program inovasi di awal tahun 2021, kali ini MAN 2 Subulussalam mulai mengeluarkan produk inovasi pertanian yang diberi nama “BioMAN-II”.

Guru Muatan Lokal Bidang Pertanian MAN 2 Subulussalam, Nanda Firmansyah, pada Sabtu (23/05), menjelaskan bahwa BioMAN-II merupakan bahan padatan yang mengandung mikroorganisme dan mampu memperbaiki kualitas serta sifat tanah akibat dari penggunaan pupuk kimia.

“Penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian dapat mengakibatkan tanah menjadi rusak, lama-kelamaan tanah akan kering dan kehilangan biota yang hidup di dalamnya, ini akan berakibat pada menurunnya kualitas suatu lahan pertanian di kemudian hari,” ujar Nanda.

Dikatakan Nanda bahwa untuk mengatasi persoalan tersebut maka pihak MAN 2 Subulussalam memberikan sebuah solusi dengan mengeluarkan produk yang diberi nama “BioMAN-II”.

“BioMAN-II dibuat dari bahan-bahan organik seperti pepaya, kunyit, gula dan air kelapa. BioMAN-II sangat praktis dan mudah digunakan, cukup benamkan BioMAN-II ke dalam tanah, lalu siram dengan air, setelah 7 hari BioMAN-II akan bereaksi dengan tanah. BioMAN-II dapat digunakan pada lahan sawah, pertanian, perkebunan, dan tanaman hias,” terang alumni Fakultas Pertanian Universitas Malikusaleh (Unimal) ini.

Kepala MAN 2 Subulussalam, Indra Nasution SPdI berjanji akan terus mendukung dan memfasilitasi program kreatif dan inovatif di Madrasah guna menumbuhkembangkan kompetensi guru yang dapat diteruskan langsung ke peserta didik demi kemajuan madrasah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam H Juniazi SAg MPd dalam kunjungannya ke MAN 2 Subulussalam mengapresiasi produk inovatif yang dikeluarkan oleh MAN 2 Subulussalam.

“Madrasah harus memiliki ciri khas tersendiri. Kita harus mampu mewujudkan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan IMTAQ (iman dan taqwa) berjalan beriringan di madrasah,” sebut Juniazi. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *