Sen. Jun 21st, 2021
MA Batalkan SKB Seragam Sekolah, Ini Sikap Pemerintah

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) membatalkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri soal aturan berseragam yang tidak mewajibkan pemakaian jilbab, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemdikbud Ristek Dikti) menghormati keputusan MA tersebut. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Biro Kerjasama Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud Riset Dikti, Hendarman, pada Minggu (9/5) di Jakarta.

Menurut Hendarman, terkait keputusan MA tersebut pihaknya menghormati putusan apapun yang dikeluarkan MA. Hendarman mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima berkas hasil putusan tersebut. Hendarman menyebut bahwa pihaknya masih menunggu putusan tersebut.

“Tentunya Kemendikbud Ristek Dikti akan menghormati putusan apapun yang dikeluarkan oleh MA dan akan berkoordinasi untuk menyesuaikan SKB Mendikbud, Menag, dan Mendagri dimaksud,” ujar Hendarman.

Dikatakan Hendarman bahwa pihaknya meyakini apa yang telah diupayakan selama ini dalam rangka untuk menumbuhkan dan menjaga semangat kebinekaan, toleransi dan moderasi beragama. Termasuk, tambah Hendarman, dengan ikut serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga pendidikan dalam mengekspresikan kepercayaan dan keyakinannya di dalam lingkungan sekolah.

Hendarman menegaskan bahwa sekolah negeri itu merupakan hal mutlak yang harus diterapkan. Semangat ini, lanjut Hendarman, seperti yang ditegaskan di dalam SKB Mendikbud, Menag, dan Mendagri tentang Pakaian Seragam dan Atribut para Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan.

“Kami ucapkan terima kasih atas besarnya dukungan yang diberikan masyarakat,” pungkas Hendarman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa MA telah resmi membatalkan SKB Tiga Menteri tentang Pakaian Seragam dan Atribut para Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. Putusan tersebut setelah Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat mengajukan permohonan keberatan terkait SKB tersebut dengan nomor perkara 17/P/HUM/2021.

SKB ini sebelumnya ditetapkan pada Februari 2021 lalu. Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, saat mengumumkan pemberlakuan SKB tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut dibuat berdasarkan sejumlah pertimbangan. Pertimbangan tersebut yaitu sekolah berfungsi untuk membangun wawasan sikap dan karakter peserta didik memelihara persatuan bangsa. Seragam yang digunakan di sekolah adalah salah satu perwujudan dari toleransi beragama. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *