Kam. Mei 26th, 2022
Pentingnya Menumbuhkan Minat Membaca

Oleh: Suci Aulia Zahman

Harry S. Truman mengatakan, “Not every reader is a leader, but a leader must be a reader.” Tidak setiap pembaca adalah pemimpin, namun seorang pemimpin haruslah seorang pembaca. Seuntai kalimat milik Harry S. Trauman sangat menggambarkan betapa pentingnya kegiatan membaca. Membaca menghantarkan seseorang kepada ilmu dan pengetahuan tentang dunia tanpa batas. Stauffer (Petty & Jensen, 1980) juga beranggapan bahwa membaca merupakan transmisi pikiran dalam kaitannya untuk menyalurkan ide atau gagasan. Selain itu, membaca dapat digunakan untuk membangun konsep, mengembangkan perbendaharaan kata, memberi pengetahuan, menambahkan proses pengayaan pribadi, mengembangkan intelektualitas, membantu mengerti dan memahami masalah orang lain, mengembangkan konsep diri, dan sebagai sebuah kegiatan menyalurkan hobi dan kesenangan.

Sementara itu Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 (Tribunnews.com, 2021). Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat membaca di Indonesia tergolong rendah. Rendahnya minat membaca tersebut merupakan masalah krusial yang perlu diperhatikan dengan sebaik mungkin. Rendahnya minat baca tersebut juga mungkin disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya kegiatan membaca dianggap ‘membosankan’.

Salah satu pengalaman yang pernah penulis temui saat melaksanakan kegiatan literasi bersama siswa di sekolah yakni banyaknya siswa yang mengeluh tentang kegiatan membaca yang dianggap membosankan. Saat berbincang lebih lanjut dengan para siswa, penulis dapat melihat sebagian siswa berangkapan bahwa membaca merupakan kegiatan yang membosankan. Kegiatan membaca sangat penting bagi seluruh jenjang masyarakat, terutama para siswa yang harusnya menghabiskan sebagian waktunya untuk membaca dan memupuk sebanyak mungkin informasi dan pengetahuan melalui membaca.

Perbincangan singkat tersebut lantas membuat penulis merasa tertantang untuk mengetahui mengapa membaca dianggap sebagai kegiatan membosankan oleh sebagian siswa. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui kegiatan membaca. Selain menguatkan sisi intelektual pembaca, kegiatan membaca juga dapat mengasah sisi afektif dan nurani si pembaca. Kedewasaan berpikir dan bertindak salah satunya terbentuk dari kebiasaan membaca. Membaca juga merupakan sarana hiburan, terutama jika membaca dengan memilih topik-topik yang dekat dengan hal-hal yang disukai, sehingga dapat melatih daya kreativitas dan imajinasi. Saat membaca, secara tidak langsung si pembaca juga dapat menambah jumlah kosa kata yang terekam oleh otak. Bahkan, menurut para peneliti, membaca buku atau majalah dapat menunda atau mencegah kehilangan memori karena sel-sel otak dapat terhubung dan terus tumbuh. Dengan kata lain, membaca dapat meningkatkan memori otak dan mencegah penyakit Alzheimer. Kegiatan membaca juga dapat melatih daya ingat seseorang.

Menumbuhkan minat membaca harus dilatih sejak dini. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat membaca, yakni dimulai dengan membiasakan diri untuk mencintai membaca dan meyakini bahwa membaca merupakan kegiatan yang dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas diri. Melaksanakan kegiatan membaca secara rutin di sekolah merupakan salah satu cara yang dapat ditawarkan untuk menumbuhkan minat membaca sejak dini.

Peran Sekolah

Seperti kata pepatah, ‘tak kenal maka tak sayang’ maka hal tersebut dapat terjadi dalam kegiatan membaca. Mengapa siswa enggan dan bosan membaca? Sikap enggan dan bosan muncul ketika seseorang melakukan suatu kegiatan yang dirasa kurang bermanfaat dan bukan sebuah kewajiban bagi dirinya. Hal ini bisa saja terjadi pada siswa-siswa yang berbincang dengan penulis seperti ilustrasi di atas. Maka dari itu sekolah dapat mengambil perannya untuk menumbuhkan minat membaca siswa dengan melaksanakan beberapa kegiatan.

Pertama, pelaksanaan sosialisasi tentang pentingnya membaca dan apa manfaat membaca bagi siswa. Mengajak siswa mengenal lebih dalam tentang membaca dan mengenalkan manfaat yang dapat mereka dapatkan melalui membaca dapat menjadi hal pertama yang dapat dilakukan oleh sekolah. Ketika siswa mulai memahami manfaat yang dapat diperoleh melalui membaca, secara perlahan minat membaca akan mulai tumbuh dan membaca akan dirasakan sebagai sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Selanjutnya sekolah dapat merancang program-program literasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dan menumbuhkan minat dalam membaca.

Kedua, pelaksanaan program atau kegiatan wajib membaca di area sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara berulang dan berkala akan membuat siswa menjadi terbiasa. Pelaksanaan kegiatan membaca di sekolah harus secara konsisten dilaksanakan. Kegiatan membaca dapat disusun dengan kreatif dan menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan saat melaksanakan kegiatan tersebut. Kegiatan membaca dapat dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil dan diselingi oleh kegiatan lainnya seperti menulis reading log, sharing bacaan, membuat kuis bacaan, serta membuat perlombaan yang berkaitan dengan kegiatan membaca. Kegiatan membaca dalam kelompok kecil juga dapat dilaksankan di tempat-tempat yang berbeda untuk menciptakan suasana baru dan menyenangkan saat membaca.

Ketiga, pelaksanaan evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan atau program membaca. Mengadakan evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan atau program membaca yang telah dilaksanakan siswa dapat dijadikan sebagai sarana untuk menampung keluhan, ide, saran, dan masukan yang diberikan siswa terkait kegiatan membaca. Mencoba hal-hal baru yang didasari oleh ide siswa dan mengetahui hal-hal favorit siswa akan sangat membantu pihak sekolah untuk terus memperbaiki pelaksanaan kegiatan membaca siswa.

Ketiga hal tersebut sekiranya dapat dilaksanakan oleh sekolah sebagai salah satu bentuk ikhtiar dan keseriusan dalam membantu menumbuhkan minat membaca siswa. Mari tumbuhkan minat membaca untuk menambah wawasan mengenai dunia dan lingkungan sekitar kita. Membaca merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua karena dengan membaca kita dapat memperoleh banyak manfaat. Jadikanlah membaca sebagai salah satu kegiatan wajib yang harus dilaksanakan, maka hal tersebut bisa menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan. (*)

Penulis merupakan alumni Master of Art in Teacher Education, Tempere University, Finland dan saat ini tercatat sebagai guru SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *