Sel. Nov 30th, 2021
Kadisdik Aceh: PembaTIK Ajang Unjuk Kemampuan Era Digital

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (PembaTIK) merupakan ajang unjuk kemampuan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital. Hal itu disampaikan Alhudri saat membuka kegiatan Sosialisasi PembaTIK tahun 2021 pada Senin (26/4) secara virtual di Banda Aceh.

Oleh karena itu, Alhudri mengajak semua guru tingkat satuan pendidikan di Aceh agar dapat mengikuti program PembaTIK 2021.

“Saya mengajak semua guru untuk mengikuti PembaTIK sehingga dapat lebih bersaing dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan Aceh menjadi lebih baik,” ujar Alhudri.

Dikatakan Alhudri bahwa perubahan dunia saat memasuki era revolusi industri 4.0 dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Akibatnya, tambah Alhudri, terjadinya perubahan paradigma pendidikan yang berfokus pada produksi dan inovasi pengetahuan.

“Salah satu elemen penting yang menjadi perhatian untuk mendorong daya saing di era revolusi industri 4.0 adalah mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif. Dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan yang memiliki keterampilan abad-ke 21,” ungkap Alhudri.

Lebih lanjut Alhudri menambahkan bahwa teknologi terbukti telah mengambil peran yang sangat penting dalam berbagai sektor kehidupan, terutama pada sektor pendidikan. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran, lanjut Alhudri, membuat guru dapat mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.

“Apalagi pembelajaran saat ini tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal secara tatap muka selama masa pandemi Covid-19. Maka pemanfaatan teknologi menjadi begitu penting untuk diterapkan di setiap satuan pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi,” tutur Alhudri.

Sekilas gambaran tentang PembaTIK bahwa sejak tahun 2017, PembaTIK merupakan salah satu program unggulan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Tahun 2021 secara nasional akan menargetkan peserta PembaTIK sebanyak 75.000 guru.

Pada tahun 2020, Aceh pernah mencetak rekor terbaru di kancah nasional dimana jumlah partisipasi peserta yang mengikuti PembaTIK sebanyak 3.215 guru. Aceh masuk peringkat kelima nasional untuk jumlah peserta terbanyak setelah DKI Jakarta.

Tahun 2021 ini Dinas Pendidikan Aceh mengharapkan peserta PembaTIK dapat lebih meningkat dengan menargetkan lebih kurang sekitar 8000 guru dari 23 kabupaten/kota.

Program PembaTIK akan berlangsung selama delapan bulan sejak April hingga November 2021 dan telah dikembangkan sesuai standar kompetensi TIK Guru UNESCO menjadi empat level kompetensi yaitu Literasi TIK, Implementasi TIK, Kreasi TIK, serta level terakhir yaitu berbagi dan berkolaborasi.

“Melalui diklat Pembatik ini kami berharap guru-guru di Aceh semakin kreatif dan inovatif melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan TIK sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan membawa Aceh menjadi Aceh Hebat dan Aceh Carong sebagaimana visi dan misi Pemerintah Aceh,” tutup Alhudri.

Kegiatan tersebut juga turut diikuti oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, Dr Muslahuddin MPd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota di Aceh, Kepala Tekkomdik Aceh, kepala sekolah pada seluruh satuan pendidikan, tingkat SD, SMP maupun SMA, SMK dan PKLK se Aceh, serta para guru peserta kegiatan PembaTIK. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *