Sen. Sep 20th, 2021

Oleh: Ikhwani, S.Pd.

Guru punya peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagaimana guru dapat memberikan dampak yang besar bagi siswa-siswinya. Sebagai guru kita juga bisa menjadi idola siswa. Siapasih yang tidak mendambakan menjadi seorang guru yang diidolakan siswa? Dengan menjadi idola, guru akan sangat bahagia dan semangat ketika mengajar karena siswanya akan mendengarkan dengan penuh perhatian. Namun, tidak ada guru yang langsung menjadi idola siswa. Perlu tahapan tertentu yang perlu dilalui oleh guru untuk mencuri hati siswanya. Lalu seperti apakah guru idola siswa? Apakah guru yang selalu datang tepat waktu? Ataukah guru yang memberikan banyak tugas?

Guru idola adalah guru yang selalu dinanti, selalu dirindukan dan diharapkan oleh siswanya. Guru yang telah dijadikan idola oleh para siswa akan lebih mudah menarik perhatian mereka. Sehingga menjadi guru idola adalah hal yang sangat didambakan oleh seluruh guru dimanapun mereka berada. Untuk menjadi idola di hati para siswa, seorang guru bisa mewujudkannya dengan melakukan berbagai hal, seperti dengan memberikan kesan yang baik terhadap para siswa.

Kesan yang kita berikan ketika pertemuan pertama akan membawa pengaruh besar untuk pertemuan kita selanjutnya. Jadi ciptakanlah kesan pertama yang baik yang selalu diingat oleh para siswa. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kesan yang baik. Semua siswa pasti suka jika diberi perhatian, maka berilah perhatian yang dibutuhkan siswa seperti memberi kesempatan bertanya dan berkomentar. Selain itu kita juga harus mampu berbicara dengan baik supaya dapat menarik perhatian siswa dan tentunya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan.

Selain menciptakan kesan yang baik, untuk menjadi guru idola guru juga harus menjadi teladan (role model). Anderson (2009) mengatakan bahwa guru yang efektif merupakan kombinasi dari tiga komponen yaitu kemampuan, pengetahuan dan kepribadian. Guru mestinya tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik atau membimbing siswanya. Guru harus berkelakuan baik dan bisa menjadi teladan bagi siswa-siswinya dalam perkataan maupun perbuatan dengan menunjukkan kebiasaan-kebiasaan positif seperti selalu berkata jujur, tidak mengeluarkan kata-kata kasar, menghargai perbedaan (toleransi), serta selalu merespon dan memberikan solusi terhadap keluhan siswa, karena tujuan pendidikan bukan hanya sekedar cerdas intelektual tetapi lebih dari itu yaitu membawa perubahan perilaku yang baik. Sekali lagi, keteladanan guru menjadi hal penting untuk terus diberikan.

Menjadi humoris juga merupakan salah cara untuk menjadi idola bagi siswa. Tidak dipungkiri, sebagian besar siswa mengidolakan guru yang humoris. Guru yang mengajar dengan ceria dan penuh canda akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak kaku. Dengan demikian siswa akan lebih berani mengeluarkan ide atau pendapatnya. Tapi perlu diingat bahwa humor itu juga harus sesuai dengan proporsi, dalam arti tidak berlebihan. Humoris bukan berarti tidak serius melainkan mampu mencairkan suasana misalnya dengan menyelipkan ha-hal lucu ketika mengajar yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran. Selain itu dewasa ini para siswa juga membutuhkan guru yang friendly, yaitu seorang guru yang bisa membangun komunikasi dengan baik dan bersahabat dengan siswa-siswinya untuk terciptanya keakraban. Bersahabat disini tentunya tanpa menghilangkan batasan-batasan yang ada. Dengan bersikap friendly, guru akan lebih mengenal siswanya dan siswapun akan menjadi lebih terbuka dengan gurunya. Guru juga harus siap menerima keluh kesah, cerita dan curhatan siswanya agar mereka merasa lebih nyaman dan terbuka terhadap guru. Sehingga akan mempermudah proses pendidikan dikarenakan siswa akan lebih mudah menerima pelajaran dan masukan dari gurunya sebab gurunya sudah menempel dihati mereka, dengan kata lain sudah menjadi idola mereka.

Mampu menyajikan pembelajaran dengan kreatif dan inovatif disinyalir juga menjadi pemicu kuat untuk menjadi sosok idola bagi siswa. Salah satu ciri guru idola siswa adalah guru yang bisa menyuguhkan pembelajaran yang menarik. Pembelajaran yang menarik akan meningkatkan semangat belajar siswa. Kreativitas guru mempunyai peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dikarenakan guru dapat menciptakan atau memodifikasi strategi belajar sehingga menarik perhatian siswa. Mengapa demikian? Karena jika guru mengajar dengan metode yang sama pastilah siswa akan cepat bosan. Guru harus pandai memahami situasi, ketika siswa sudah mulai bosan maka disaat itulah guru harus punya inisiatif seperti memberikan ice breaking ataupun kuis yang dapat meningkatkan kembali semangat belajar mereka.
Demi menunjang pembelajaran yang berkualitas guru juga perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Guru yang diidolakan siswa sudah pasti guru yang penuh persiapan. Alangkah baiknya jika guru tahu cara mengajar yang tepat kepada siswa-siswinya. Penggunaan metode yang tepat dan tidak monoton akan membuat siswa memberikan respon yang baik bagi gurunya. Cobalah untuk buat variasi metode mengajar dan atur waktu kegiatan belajar mengajar lebih efisien. Saat pelajaran dimulai terapkan teknik pembukaan yang tepat. Begitupula saat pelajaran berakhir, terapkan teknik penutupan yang tepat. Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuka dan menutup pelajaran.

Terakhir, mari kita renungkan kembali kutipan bijak dari Bapak Pendidikan Nasional, Soewardi Soejaningrat atau yang lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara “Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani”. Kutipan tersebut mempunyai makna yang sangat dalam. Sebagai seorang pendidik, ketika di depan harus memberi teladan yang baik, ketika di tengah atau ketika berada diantara siswa-siswinya harus bisa memberikan ide dan semangat, ketika di belakang harus memberikan dorongan. Jadi mari kita fokus dengan apa yang bisa kita lakukan. Jadilah guru idola siswa. Happy teaching! (*)

Penulis adalah Guru SMPS Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *