Sel. Nov 30th, 2021

ACEHSIANA.COM – ACEH TENGAH – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas MA menjadi penceramah pada Safari Ramadhan Dinas Pendidikan Aceh di Masjid Al-Muhajirin, Gampong Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (17/4/2021). Ceramah itu disampaikan sesuai menjalankan ibadah shalat Tarawih dan Witir di masjid tersebut.

Rombongan Dinas Pendidikan Aceh dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM didampingi para pejabat Eselon III, dan IV di lingkup Dinas Pendidikan Aceh.

Seperti diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengatakan, pelaksanaan tausiah Safari Ramadhan Pemerintah Aceh akan digelar secara serentak pada hari kelima puasa atau pada Sabtu malam (17/4/2021) di 54 masjid yang tersebar di setiap kabupaten/kota di Aceh.

Di awal ceramahnya, Prof Syahrizal Abbas tidak lupa menyampaikan salam dari Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT dan Sekda Aceh Taqwallah kepada masyarakat Gampong Paya Tumpi, Kabupaten Aceh Tengah.

Prof Syahrizal Abbas, dalam ceramahnya mengajak para jamaah untuk senantiasa memanfaatkan bulan Ramadhan dengan penuh ibadah, tentunya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melaksanakan shalat fardhu, shalat sunnah, zikir, berdoa, dan kita i`tikaf adalah ibadah _mahzah_ atau ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT.

Tapi disamping itu, ibadah _ghairu mahzah_ juga tidak boleh ditinggalkan, karena ibadah ini menyangkut dengan kehidupan orang lain, kehidupan masyarakat, dan kehidupan publik, untuk saling membantu, mengingatkan dan saling mendorong kepada kebaikan, itu semuanya juga ibadah.

“Jadi jagaan hanya ibadah mahzah semata di bulan Ramadhan, tapi ibadah ghairu mahzah pun juga harus lebih banyak dilakukan,” katanya.

Memberi makan kepada orang berbuka puasa, memberi sedekah, dan membersihkan lingkungan sehingga terlihat Bersih, Rapi, Estetis, dan Hijau (BEREH) itu sebenarnya ajaran Alquran dan Sunnah.

Karena, kata Prof Syahrizal, Alqur`an memerintahkan hambanya untuk selalu dalam keadaan bersih, itu semua adalah ajaran Alquran. Di dunia, kata Syahrizal Abbas, orang yang paling bersih kehidupannya adalah Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW, di rumah bersih, di masjid bersih, itulah contoh bersih yang ditampilkan oleh ajaran Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Jadi kalau ada program Pemerintah Aceh yang mengajak kita untuk bersih sebetulnya itulah pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan kita,” kata Syahrizal Abbas.

Sebab dalam firman Allah kata Syahrizal, sesungguhnya Allah SWT itu cinta kepada orang yang taubat dan orang yang bersih dan suci. Untuk itu jika mau dekat dengan Allah, berkomunikasi dengan Allah, maka syaratnya harus bersih. Bersih pakaian, bukan berarti harus pakaian mahal, bersih tempat tidur bukan berarti harus luar biasa seperti tempat tidur raja.

Kemudian hijau, juga merupakan ajaran Alquran. Allah dalam firmannya memerintahkan kepada kita agar tidak membuat kerusakan di muka bumi dengan eksploitasi besar-besaran, tebang hutan besar-besaran, sehingga alam menjadi gersang.

Begitupun, Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga pernah memerintahkan umatnya untuk menanam pohon. “Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apa bila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat, maka hendaklah dia menanamnya,”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *