Sel. Agu 16th, 2022

Sekolah Ramah anak adalah sekolah yang mengutamakan keamanan, kebersihan, kesehatan, kepedulian, berbudaya lingkungan hidup, memberikan jaminan, memenuhi, menghargai akan hak-hak anak serta melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi, bullying, dan tindakan lainya yang melanggar primsip hak-hak seorang anak.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang Desiana, S. Pd, M.Pd pada acara Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) hari ini Selasa (23/3/2021) di Halaman SMP Negeri 3 Sabang.

Kepada Acehsiana.com Desi menyampaikan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada SMP Negeri 3 Sabang sebagai sekolah yang pertama sekali mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di Kota Sabang.

“Saya Berharap sekolah-sekolah yang lain yang ada di Kota Sabang juga mengikuti langkah SMP Negeri 3 Sabang untuk segera mendekrarasikan Sekolah Ramah Anak. Dengan adanya Sekolah Ramah Anak ini akan menghindari terjadinya kekerasan di sekolah-sekolah, sehingga terjadinya kerharmonisan diantara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, sekolah dengan masyarakat, dan yang terlebih lagi akan meningkatkan kecerdasan anak” Imbuhnya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 3 Sabang Suriadi, S. Ag mengatakan bahwa tujuan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak ini adalah untuk menciptakan lingkungan SMP Negeri 3 Sabang yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan non diskriminasi atau kekerasan. Sehingga anak bisa mengembangkan potensi yang mereka miliki dengan nyaman.

“Untuk mendukung Sekolah Ramah Anak ini kami telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang bersih dan aman, memastikan ruang kelas yang aman dan nyaman, dan kita nantinya akan memberikan penataran-penataran, pelatihan-pelatihan kepada guru untuk memahami SRA lebih jauh. Sehingga guru akan lebih memahami keinginan anak sesuai dengan tahapan-tahapan pengembangan anak”, Jelasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa kebijakan Sekolah Ramah anak sudah dicanangkan oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri No 12 Tahun 2011 tentang Sekolah Ramah dan diperkuat dengan peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 8 tahun 2014.

Dalam Peraturan Menteri No 12 Tahun 2011 Sekolah Ramah Anak didefinisikan sebagai sekolah yang mampu menjamin pemenuhan hak anak dalam proses belajar mengajar, aman, nyaman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta menciptakan ruang bagi anak untuk belajar berinteraksi, berpartisipasi, bekerja sama, menghargai keberagaman, toleransi dan perdamaian.

Tercatat sampai sekarang baru ada 264 Kabupaten/Kota yang menyatakan diri sebagai Kabupaten/Kota layak anak. Dan dari 264 Kabupaten/Kota tersebut baru 277 sekolah yang mendeklarasikan diri sebagai sekolah layak anak. Khusus untuk Kota Sabang baru SMP Negeri 3 Sabang yang berani mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Layak Anak.

Laporan: Enzuharisman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *