Sel. Nov 30th, 2021

ACEHSIANA.COM, Sabang-MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan KKG (Kelompok Kerja Guru) merupakan ujung tombak peningkatan kapasitas dan kualitas guru di suatu wilayah pendidikan. Kedua forum ini harus bergerak dan diaktifkan sehingga semua permasalahan guru tentang pembelajaran bisa teratasi dengan baik.

Hal ini disampaikan Kasie Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Sabang Fitriadi, ST dihadapan sejumlah Pengurus MGMP/KKG pada acara Rapat Koordinasi tentang kinerja KKG/MGMP serta penjelasan SIM PKB, Senin (15/3/2021) di Aula Disdikbud Kota Sabang.

“MGMP/KKG ini sangat penting karena sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas guru dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam proses pembelajaran di sekolah seorang guru tidak mungkin hanya terfokus pada sesuatu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, namun ada variasi yang dilakukan guru melalui kegiatan MGMP/KKG.

Menghadapi era digitalisasi khususnya dalam bidang pendidikan, profesionalitas guru terus ditingkatkan. Namun secanggih apapun tekhnologi, peran guru tetap tidak bisa tergantikan,” pungkas Fitriadi.

Menurut Fitriadi, KKG (Kelompok Kerja Guru) merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru sekolah dasar/Madrasah ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah. Sedangkan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) adalah forum atau wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMA/MA, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah / kabupaten / kota / kecamatan / sanggar / gugus sekolah yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi/pelaku perubahanreorientasi pembelajaran kelas. Organisasi MGMP berada dibawah naungan Dinas Pendidikan tingkat Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia.

Adapun beberapa fungsi MGMP/KKG yang dijalankan diantaranya Menyusun program jangka panjang, menengah, dan pendek serta mengatur jadwal tempat dan kegiatan secara rutin, memotivasi para guru untuk mengikuti kegiatan MGMP secara rutin, baik di tingkat sekolah, wilayah, maupun kota, meningkatkan mutu profesionalisasi guru dalam pengajaran, evaluasi, dan pembelajaran di dalam kelas sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, mengembangkan program layanan supervisi akademik klinis yang berkaitan dengan pembelajaran yang efektif dan mengembangkan silabus dan melakukan Analisis Mata Pelajaran (AMP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Rencana Pelajaran (RPP), dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

Selain itu Fitriadi juga memastikan bahwa semua Tenaga Kependidikan yang berada di Wilayah Kota Sabang sudah terdaftar di Aplikasi SIM PKB (Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)

“SIM PKB ini sangat besar fungsinya bagi Bapak/Ibu. Selain sebagai salah syarat bisa mengikuti UKG (Ujian Kopetensi Guru) SIM PKB ini juga salah satu pendukung untuk seleksi PPPK bagi guru non PNS. Jadi saya memastikan bahwa semua guru di Sabang, baik PNS maupun non PNS sudah harus terdaftar di SIM PKB”, Jelasnya.

Fitriadi mengharapkan agar Pengurus-pengurus MGMP/KKG Se-Kota Sabang bisa berperan aktif untuk mendaftarkan anggotanya ke SIM PKB.

Laporan: Enzuharisman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *