Jum. Okt 22nd, 2021
Motif Bungong Situnjong Jadi Logo Resmi MTQ Aceh Selatan Tahun 2021

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Motif bungong situnjong dijadikan sebagai logo resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Kabupaten Aceh Selatan tahun 2021. Kepastian tersebut berdasarkan keputusan panitia MTQ Aceh Selatan. MTQ XXXV Aceh Selatan diselenggarakan pada tanggal 19 – 23 Maret 2021.

Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Dr Muhammad YasarSTP MSc dalam rilis yang diterima acehsiana.com menjelaskan bahwa terdapat dua bentuk desain usulan yang diterima pihak panitia, yaitu usulan dari Kantro Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Selatan dan Poltas. Kedua desain tersebut, tambah Yasar, mengusung bungong Situnjong sebagai logo, hanya berbeda penempatan saja.

“Jika logo versi Kankemenag menempatkan bungong situnjong sebagai ornamen penghias, maka versi Poltas langsung menempatkan bungong situnjong sebagai logo. Logo usulan Kankemenag unggul dari aspek estetika, sementara logo usulan Poltas lebih kepada aspek kreativitas, originalitas, dan nilai filosofi,” ujar Yasar.

Rapat penentuan logo dipimpin oleh Ketua Panitia, Nasjudin SH dan dihadiri oleh Bupati, Dandim, Wakapolres, Ketua MPU, Kadis Syariat Islam, Kakankemenag Aceh Selatan, dan Direktur Poltas berhasil memadukan kedua usulan tersebut menjadi satu logo.

Kakamenag Aceh Selatan, Rislizar Nas, S.Ag, mengakui bahwa secara filosofi logo yang diusulkan oleh Poltas lebih detail. Sehingga dalam pandangannya, setuju jika logo tersebut yang dipilih. Pendapat ini juga dikuatkan Ketua Seksi Acara Azuar Rahman yang menyebutkan bahwa Bunga Situnjong bukanlah tanaman hidup melainkan ukiran atau lukisan para endatu kita sejak zaman dahulu. Ia selalu menghiasi ornamen adat kita.

Sementara Ketua MPU, Tgk. Armia mengoreksi logo tersebut agar Alqurannya lebih diperbesar dan rencong batu sebagai huruf T diberikan warna kuning gading.

“Rencong berwarna gading merupakan rencong raja-raja. Secara umum, gagang dan sarung rencong terbuat dari gading gajah atau tanduk kerbau. Namun untuk gading gajah hanya boleh dibuat pada zaman dahulu.  Sekarang gajah termasuk hewan dilindungi dan rencong gading pun susah untuk ditemukan,” terang Tgk Armia yang akrab disapa Abon ini. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *