Jum. Jul 30th, 2021
Penggunaan Gadget pada Anak Perlu Diawasi

ACEHSIANA.COM, Tangerang Selatan – Penggunaan gadget pada anak-anak perlu diawasi selama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono pada Senin (22/2) di Tangerang Selatan.

Menurut Taryono, orang tua siswa harus lebih mengawasi anak-anaknya selama PJJ atau belajar online. Taryono mengaku muncul sejumlah masalah selama PJJ atau pembelajaran dalam jaringan (daring). Misalnya, tambah Taryono, terdistraksinya pemanfaatan gadget pada anak dimana gadget bukan digunakan untuk kegiatan PJJ.

“Belajar sebenarnya pada jam-jam tertentu. Selebihnya orang tua harus lebih mengawasi dan lebih memperhatikan pemanfaatan gadget agar lebih bermanfaat untuk belajar bukan digunakan hal lain,” ujar Taryono.

Dikatakan Taryono bahwa selama masa pandemi Covid-19, orang tua memiliki tugas lebih besar dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya. Diantaranya, lanjut Taryono, selain mengawasi kegiatan belajar daring, orang tua juga harus memastikan bahwa perkembangan mental anak di rumah baik, misalnya tidak terjadi bullying dan kekerasan pada anak.

Taryono kemudian meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar membatasi berkeliaran di luar rumah.

“Tugas orang tua pada saat pandemi Covid-19 memang berlipat-lipat dibandingkan dengan pada saat normal. Tetapi harus dimaklumi agar orang tua bersabar semua karena memang saat ini pandemi,” sebut Taryono.

Sementara itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagaimana dijelaskan Wakil ketuanya, Rita Pranawati, mengaku sudah melakukan survei kepada 25.164 anak di 34 provinsi terkait kebiasaan anak selama pandemi. Hasil survei, kata Rita, menunjukkan bahwa memang terdapat penurunan produktivitas anak. Hasil survei tersebut, ungkap Rita, juga mengindikasikan bahwa adanya potensi anak-anak semakin kecanduan gawai selama pandemi.

“Anak mengakui aktivitasnya kurang produktif, di antaranya nonton TV, tidur, nonton Youtube, main game, bermedia sosial,” tutur Rita.

Ditambahkan Rita bahwa KPAI juga mendata sebanyak 79 persen anak tidak memiliki aturan penggunaan gawai. Hal ini, ucap Rita, berarti mereka bisa bermain dengan gawai mereka dengan bebas tanpa aturan yang dibuat oleh orang tuanya.

Lebih lanjut Rita menuturkan bahwa berdasarkan catatan KPAI, rata-rata penggunaan gawai per harinya setiap anak di atas 1 jam. Adapun persentase anak menggunakan gawai di luar untuk belajar adalah 1-2 jam per hari sekitar 36,5 persen, 2-5 jam per hari sekitar 34,8 persen, dan lebih dari 5 jam per hari sekitar 25,4 persen.

“Anak-anak kebanyakan menggunakan gawai untuk chatting bersama teman-temannya dan menonton Youtube, yaitu masing-masing 52 persen. Sementara itu, 42 persen anak juga menggunakan gawai mereka untuk bersosial media,” tutup Rita. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *