Sab. Sep 25th, 2021

“Jika racikan bumbu ayam kala dan kari kambing Wak Ali yang legendaris telah memikat lidah ribuan warga Sabang, kisah perjalanan hidup dan perjuangannya mendapatkan bumbu rahasia tersebut tak kalah fantastis”

Wak Ali lahir di Kecamatan Ulee Kareeng Banda Aceh tepatnya di depan Warkop Solong yang historis. Dari kecil hingga remaja beliau habiskan di Ulee Kareng. Suatu hari saat remaja (waktu masih pakai “siluweu puntong” katanya) sekitar tahun 70an seorang teman mengajaknya naik kereta api ke Ulee Lheu untuk melihat kapal di pelabuhan. Selanjutnya temannya itu mengajak Wak Ali naik kapal jalan-jalan. Tanpa ia sadari ternyata ia tengah semi dijebak oleh temannya yang berniat pergi bekerja di Sabang, tapi tak ingin pergi sendiri.

Singkat cerita sampailah mereka di Kota Sabang yang saat itu terkenal dengan pelabuhan bebasnya. Setibanya di Sabang Wak Ali bekerja sebagai buruh bongkar muat di kapal-kapal Freeport yang masuk. Setelah 2 tahun bekerja sebagai buruh akhirnya beliau banting setir menjadi penjual bawang, cabai, dan rempah-rempah di Jalan Perdagangan Kota Sabang.

Diantara konsumen Wak Ali saat itu adalah awak kapal dari India yang rutin ke Sabang membawa kain cap gajah yang cukup terkenal pada masanya. Awak kapal ini sering membeli rempah pada Wak Ali dan kerap meminta beliau mencari bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk memasak gulai ayam dan kambing ala India. Mulailah Wak Ali mencatat dan mempelajari proses peracikan bumbu tersebut. Lalu ia mulai meracik dan menjual bumbu sendiri pada masyarakat. Ternyata resep ini disukai hampir semua orang sehingga menjadi awal perjalanan Wak Ali menjadi penjual bumbu masakan Aceh.

Saat ini siapa yang tak kenal Wak Ali yang telah berjualan bumbu masak Aceh lebih dari 30 tahun di pasar sayur Kota Sabang. Jika ada acara apapun mulai dari kenduri, camping, hingga akikah hampir bisa dipastikan bumbunya adalah hasil racikan Wak Ali. Bahan-bahan dasar masakan Aceh seperti kunyit, camplie kleeng, dan ue lheu memang sama dengan ditempat lain, tapi resep rahasia aweuh lheu nya lah yang membedakan bumbu Wak Ali dengan produksi orang lain.

Jika ingin belajar masak Aceh datang saja ke pasar sayur di atas Tangga Tujuh Kota Sabang. Selain menjual bumbu Wak Ali yang super ramah ini akan mengajarkan langkah-langkah memasak agar hasilnya maksimal dan membuat kita TEU LOM-LOM!


Penulis : Irwan Mahdi, dalam Akun FB (18/2)

Editor : Enzuharisman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *