Ming. Okt 17th, 2021

LKG atau BKG Terlihat sederhana, hanya satu lembar. Anda jangan terlalu cepat menjustifikasi apalagi memvonis ini kerja sia sia tidak ada relevansi dengan tugas guru.

Medsos dalam minggu minggu ini juga ramai membicarakan buku kerja guru. Ada yang menulis “pak sekda hana buet,

Banyak netizen menulis didinding atau di kolom komentar antara lain, buku apa ini hanya satu lembar, ada lagi kalau hanya satu lembar bukan buku tapi lembar. Persiapan berminggu minggu hanya untuk tampil dua menit, pakai dasi lagi, kalau hanya untuk tahu nama guru untuk apa harus pakai dari. Apa hubungannya tugas guru dengan poto keluarga, dan berbagai macam komen muncul di banyak Facebook.

Mari kita cermati dari sudut pandang kebermanfaatan.kebutuhan data bagi pengambil kebijakan.

Memang hanya satu lembar kertas, satu lembar ini seakan akan hanya pekerjaan ( hanabuet) apalagi terkesan mengusik kenyamanan guru. Namun dari sudut pandang saya sebagai orang yang ikut menikmati buet nyoe, dan mendampingi guru dari persiapan sampai presentasi, dapat saya mencermati dari LKG atau BKG ini sebagai berikut:

Dari format yang disediakan ada delapan bagian yang perlu diisi antara lain :

Bagian I. Biodata pribadi.
Di bagian ini sudah didapat informasi bagi orang yang membaca LKG adalah status seorang guru PNS atau non PNS. Bila yang PNS apa sudah ada NUPTK atau belum, apa sudah sertifikasi atau belum, berapa masa kerja dan umur.

Dari masa kerja dan umur sudah ada data yang didapatkan kapan pensiun dan dari informasi ini sudah bisa memprogramkan penerimaan PNS baru.

Lalu ada informasi kapan terakhir naik pangkat berapa angka kredit yang sudah ada dan berapa angka kredit pangkat berikutnya.

Disini juga tersajikan siapa pengawas pembina. Bila hal yang diperlukan sudah cukup dengan menghubungi pengawasnya untuk kebutuhan dinas.

Untuk status keluarga juga penting tersaji sebagai informasi bagi steacholder setingkat sekolah atau atasannya lagi.

Mengapa informasi status keluarga penting? karena seorang pimpinan harus tahu keadaan keluarga gurunya untuk kebijakan sekolah dan kebaikan guru. Misal ketika ada guru selalu datang ke sekolah, selalu jam 09.00 baru tiba di sekolah. Apakah boleh kepala sekolah memvonis guru ini malas, tidak disiplin. Jangan dulu memberi label itu ke guru tersebut. Coba pelajari mengapa ia terlambat, bisa jadi guru tersebut mengurus suaminya sedang sakit atau anaknya berkebutuhan khusus atau orang tuanya sakit keras. Keadaan keluarga seperti ini membutuhkan dia setiap pagi untuk mengurus keluarganya itu. Nah bila informasi ini sudah didapatkan maka untuk guru ini jangan ada jam mengajar di jam pertama, berikan jam kedua. Hal ini sudah terselesaikan satu masalah bagi sekolah dan bagi guru tersebut.

Ada guru sudah lama tidak naik pangkat juga terlihat di form ini, hal ini akan memudahkan pimpinan mencari tahu apa penyebabnya.

Bagian II. Riwayat pendidikan berhubungan erat dengan bagian III mengajar dan VI poto mengajar.

Disini tersajikan jenjang pendidikan, jurusan dll. informasi disini, seorang guru kuliah dijurusan PPKn sudah seharusnya memagar PPKn, namun bukan tidak ada guru PPKn mengajar mata pelajaran lain. Fenomena ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut, olehnya sudah ada data awal sebagai langkah antisipasi untuk menempatkan guru PPKn.

Lalu poto sedang mengajar. Poto sedang mengajar, kita akan tahu cara guru mengajar, metode yang digunakan sampai ke penguasaan kelas. Poto dapat memberikan informasi suasana kelas saat guru bersama siswa.

Bagian IV tugas tambahan.
Tugas tambahan apa selain mengajar yang diberikan oleh kepala sekolah. Misal dia guru Fisika mengajar 12 jam diberi tugas tambahan wakakur dan ketua tim BEREH. Jelas jobdeskription semua warga sekolah.

Bagian V prestasi. Tentu ada guru berprestasi dan ada yang biasa biasa saja. Hal ini memudahkan seorang guru mendapat promosi ke waka, cakep, kep, lalu ke pengawas.

Bagian VII pendidikan dan pelatihan. Kalau ini sangat jelas. Pelatihan apa jasa yang pernah ikuti guru dalam dua tahun ini atau tidak pernah mendapat pelatihan. Ini juga menjadi dasar untuk dikirim pelatihan agar ilmu terupdate sebagai pengembangan kariernya

Bagian terakhir VIII. Pendidikan calon kepala sekolah.
Ini juga informasi penting sebagai data awal untuk persiapan menjadi kepala sekolah. Dengan ada data ini pak kadis dan pak sekda sudah tahu di kabupaten mana yang banyak stok cakep dan kabupaten mana yang sudah habis cakep.

Sebagai catatan Guru wilayah kota sabang
SMAN 1 Sabang 45 orang
SMA N 2 Sabang 50 orang
SMAs Al Mujadid 14 orang
SMK1 Sabang 41 orang
SLBN 1 Sabang 9 orang
SLBN 2 Sabang 8 orang
hana yang meulanggeh, bandung sumateh

Sabang, 17 februari 2021

Abdul Hamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *