Sel. Nov 30th, 2021
Merdeka Belajar, Pendidik Diminta untuk Terus Berinovasi

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Merespon kebijakan Merdeka Belajar yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), pendidik diminta untuk terus melakukan inovasi. Permintaan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) Biologi Tropis (Biotrop), Arif Satria pada Senin (8/2) di Jakarta.

Menurut Arif, Regional Centers Seameo dalam salah satu kajiannya adalah mempersiapkan guru dan tenaga pendidikan untuk terus berinovasi.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut mengatakan bahwa pola pikir tenaga pendidik perlu terus dikembangkan untuk berinovasi. Sebab, hal ini akan berpengaruh terhadap prestasi akademik peserta didik.

“Perlu adanya perubahan pola pikir, growth mindset (pola pikir yang terus bertumbuh) harus lebih dari fixed mindset (pola pikir statis). Kita berharap guru dan dosen yang hebat adalah yang menggerakkan siswa untuk terus berpikir mengarah pada kemajuan,” ujar Arif.

Regional Centers Seameo juga mengkaji model pembelajaran untuk membentuk peserta didik unggul dan berkarakter Pancasila. Hal yang sama juga dilakukan terhadap para pengajar, guru dan dosen.

Direktur Seameo Biotrop, Zulhamsyah Imran mengatakan dalam pengembangan model pembelajaran ini, Regional Center di Indonesia telah melakukan perubahan pendekatan model pembelajaran. Sebelumnya pembelajaran berdasarkan pengajar, namun sekarang berpusat pada murid.

Pembelajaran yang berpusat pada siswa artinya pelajar dan mahasiswa adalah pusat perhatian dan berperan lebih aktif. Sementara guru dan dosen berperan lebih sebagai fasilitator dan mediator.

“Namun demikian, fungsi guru dan dosen sebagai pendidik tetap menjadi perhatian utama dari ketujuh regional centers,” pungkas Zulhamsyah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *