Sab. Sep 25th, 2021
Cendera Mata Motif Bungong Situnjong Jadi Primadona Baru di Aceh Selatan

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Cendera mata motif bungong situnjong menjadi primoda baru bagi penggemar cendera mata dari Aceh Selatan. Hal itu ditandai dengan semakin ramainya orang yang memburu cendera mata motif bungong situnjong sebagai oleh-oleh maupun dipakai sendiri. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kadisperindagkop) Aceh Selatan, T Harida Aslim SE MM pada Rabu (20/1) di Tapaktuan.

Menurut Harida, setelah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Selatan yang diketuai oleh Kailida Amran memunculkan motif bungong situnjong di level provinsi, motif adat ini menjadi primadona baru dalam dunia cenderamata di Aceh, khususnya di Aceh Selatan.

“Sebagaimana diketahui produk motif Situnjong berhasil menjadi juara pertama dalam Rakerda Dekranasda Aceh kategori produk unggulan, beberapa waktu yang lalu. Berbagai produk souvenir mulai terhias oleh motif menawan ini. Misalnya baju, jilbab, kain, tas, dompet, dan peci. Bahkan batu marmer terlihat begitu estetik dalam bordiran, pahatan, sablonan dan ukiran motif khas Aceh Selatan ini,” ujar Harida.

Dikatakan Harida, pihaknya berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat pengrajin UMKM. Selain berdampak kepada pemberdayaan ekonomi, tambah Harida, kehadiran ragam cendera mata bermotif Situnjong tersebut juga akan memberi pengaruh besar terhadap dunia pariwisata.

Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Dr. Muhammad Yasar STP MSc, menyebutkan bahwa dunia pariwisata terasa hambar tanpa souvenir atau oleh-oleh khas. Untuk itu, sebut Yasar, pihaknya melalui unit Inkubator Bisnis Politeknik Aceh Selatan turut berpartisipasi aktif dalam mengembangkan motif khas tersebut.

“Aceh Selatan sangat kaya dengan nilai-nilai adat istiadat dan budayanya. Semoga kemunculan corak bunga situnjong mampu menjadi stimulus bagi masyarakat kreatif kita dalam menghasilkan bermacam produk khas Aceh Selatan yang lain,” kata Yasar yang juga Dosen Unsyiah tersebut. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *