Sel. Nov 30th, 2021


ACEHSIANA.COM-SABANG, Sebanyak 34 orang guru penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (Inklusi) Kabupaten Pidie Jaya melakukan Studi Banding ke Kota Sabang, senin (18/1/2020) yang bertempat di Aula Disdikpora Kota Sabang.

Turut hadir dalam rombangan tersebut Kasie Sekolah Dasar Pidie Jaya Bapak Zulwanis, S. Pd dan Ketua Apsi Pidie Jaya Bapak Isvandiar, S. Pd. Rombongan dinas Pendidikan Pidie Jaya tersebut disambut langsung oleh Kadispora Kota Sabang, ibu Desiana, M. Pd.

Kepada Aceh Siana.com, Desi menjelaskan bahwa ada sejumlah sekolah di Kota Sabang yang telah ditunjuk untuk menerima siswa yang berkebutuhan khusus baik di tingkat dasar maupun tingkat menengah.

“Kita telah menunjukkan lima Sekolah dasar dan satu Sekolah Menengah pertama yang mewajibkan menerima Siswa Berkebutuhan Khusus. Sekolah tersebut adalah SD Negeri 1 Sabang, SD Negeri 3 Sabang, SD Negeri 4 Sabang, SD Negeri 20 Sabang, SD Negeri 26 Sabang dan SMP Negeri 5 Sabang.”, tuturnya.

Desi juga menjelaskan bahwa siswa yang berkebutuhan khusus yang boleh diterima oleh sekolah penyelenggara Pendidikan Inklusif adalah hanya siswa penyandang disabilitas, seperti cacat fisik dan keterbelakangan mental, sedangkat cacat fatal seperti tuna rungu, tuna wismabicara maupun tuna netra tetap disekolahkan di SDLB dan SMPLB.

Desi mengaharapkan, semoga Sekolah Inklusi yang ada di Kota Sabang menjadi pilihan yang tepat bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar terlepas dari keterbatasan yang mereka miliki.

“Mudah-mudahan mereka bisa beradaptasi dengan siswa lain dan memperoleh kesuksesan yang serupa”, Tutupnya.

Sementara itu Kasie Sekolah Dasar Pidie Jaya Zulwanis, S. Pd menjelaskan, bahwa Sekolah penyelenggara Inklusi di Kabupaten Pidie Jaya sudah dimulai sejak tahun 2017 terdiri dari lima Sekolah Menengah Pertama, enam belas Sekolah Dasar, dan dua TK.

Zulwanis berharap sekolah inklusi ini menjadi artenatif untuk mendidik anak-anak yang berkebutuhan khusus yang ada di masyarakat.

“Kami telah memilih Sabang sebagai tempat Studi banding dan sharing, semoga sekolah Inklusif yang ada di Pidie Jaya kedepannya menjadi lebih baik lagi” katanya.

Laporan : Enzuharisman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *