Rab. Okt 27th, 2021
SMK PP Kutacane Jalin Kerjasama dengan Aliansi Organis Indonesia

ACEHSIANA.COM, Bogor – Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kutacane menjalin kerjasama dengan Aliansi Organik Indonesia (AOI). Prosesi penantanganan MoU dilaksanakan pada Selasa (8/12) di Bogor.

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala SMK PP Negeri Kutacane, Muhammad SP MP dan Direktur AOI, Pius Mulyono.

Kepala SMK PP Negeri Kutacane, Muhammad, dalam rilis yang diterima acehsiana.com, menjelaskan bahwa kerjasama yang dijalin kedua pihak tentang pendidikan dan peningkatan sumberdaya manusia pertanian. Kerjasama tersebut, tambah Muhammad, didasarkan oleh Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 pasal 26 ayat 3 tentang standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan.                  

“Aliansi Organis Indonesia merupakan organisasi masyarakat sipil berbadan hukum perkumpulan bersifat nirlaba dan independen. AOI diinisiasi oleh pihak kelompok tani, swasta, LSM, akademisi. Saat ini beranggotakan 99 anggota di 18 provinsi,” ujar Muhammad.

Dikatakan Muhammad bahwa AOI bertujuan untuk memperkuat dan memajukan gerakan pertanian organik dan fair trade Indonesia, khusus nya pemberdayaan petani kecil melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, manajemen mutu produksi sehingga dapat mengakses pasar yang lebih baik.                                     

“SMK PP Kutacane telah memulai melakukan kegiatan pertanian organis, produksi sayuran tanpa kimiawi, pengembangan pertanian organik dan segera akan membentuk sekolah organik dan akan membina petani setempat di wilayah lingkungan sekolah dan Aceh Tenggara serta Aceh umumnya,” terang Muhammad.

Muhammad berharap sekolah yang dipimpinnya akan didampingi oleh AOI baik penyuluhan, sosialisasi, layanan, training, studi, dan penelitian organik dan advokasi kebijakan.           

Manajemen Program AOI, Sukmi Alkausar menyampaikan bahwa pihaknya siap memfasilitasi, menginisiasi, memperkuat kualitas kelembagaan dan produksi petani,dan sumberdaya manusia, menyediakan basis dan data informasi tentang pertanian organik. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *