Sel. Nov 30th, 2021
Poltekkes Aceh Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Binaan Manee Dayah

ACEHSIANA.COM, Aceh Besar – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Binaan Manee Dayah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (2/12) di Desa Manee Dayah Kecamatan Darul Kamal Aceh Besar.

Poltekkes Aceh akan melakukan kegiatan yang sama di tujuh desa yaitu Empetring, Lhang, Lambatee, Lamtadok, Lambaro Biluydan Lamkunyet.

Beberapa pemateri dalam kegiatan tersebut yaitu Dr. Aripin Ahmad tentang  Gizi dan Immunitas, Dr. Abdurrahman tentang Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS),

T. Jamni M. Kes, tentang Promkes untuk Pencegagan COVID-19, Fonna, S.Farm tentang Tanaman Obat dan Fungsinya Terhadap Kesehatan, Sofia Aziz, M.Kes, tentang  Pengolaan Sampah Rumah Tangga,

Arnisam, M.Kes, tentang Demo Pembuatan Pangan Lokal untuk Immunitas, Ratna Wilis, M.Kes. Tehnik Sikat Gigi yang sehat.

Koordinator kegiatan Dr. Aripin Ahmad mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat terkait dengan Gerakan Masyarakat Sehat dan terkait covid-19 tentang bagaimana cara mengatasi virus tersebut sebagai upaya preventif agar tidak tertular.

“Tentunya dengan gerakan 3M yaitu Menggunakan masker,  Mencuci tangan rutin dengan sabun dan Menjaga jarak.  Ditambah dengan meningkatkan konsumsi asupan gizi dari makanan agar memiliki kekebalan atau daya tahan tubuh yang baik,” ujar Aripin.

Materi lainnya tentang pentingnya standar pemberian makanan bagi anak. Para ibu yang hadir dibagikan Kartu Monitoring Makanan (KMM) sehingga mereka bisa menilai secara mandiri bagaimana praktik yang sebaiknya bagi anak.

Salah seorang dosen dari Farmasi, Fonna, menyampaikan tentang beberapa jenis tanaman yang bermanfaat dan dapat digunakan sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan imunitas terlebih dimasa pandemi Covid-19 juga tetap dapat dimanfaatkan setelah masa pandemi berakhir. 

Sesi terakhir diisi dengan demo pengelolaan sampah rumah tangga. Sebagaimana kita ketahui rumah tangga setiap harinya menghasilkan 3-5 kg sampah. Dimana sebagiannya sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos yang diperagakan oleh dosen kesehatan lingkungan.

Jurusan gizi mendemontrasikan tentang pembuatan pengolahan bahan lokal yaitu daun kelor dalam bahasa Aceh di kenal dengan on murong yang diolah menjadi minuman jus. Kandungan gizinya sangat  membantu imunitas dan baik untuk mendukung tumbuh kembang anak juga ibu hamil. Karena kandungan didalamnya terdiri dari zat besi tinggi, vitamin C,  vitamin A dan kalsium. 

Para ibu sangat antusias mencicipi jus on murong, karena biasanya mereka hanya mengolah menjadi sayuran ucap bu Lilis salah seorang peserta kegiatan tersebut. (*)

Laporan: Cut Rahmawati

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *