Rab. Okt 27th, 2021

ACEHSIANA.COM, SABANG -Kepala SMP Negeri 5 Sabang Azizah, S. Pd menyambut langsung kehadiran Bapak Wali Kota dan rombongan kesekolahnya dalam rangka mensosialisasikan penyaluran biaya pendidikan daerah khusus/perbatasan bagi peserta didik untuk seluruh pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA (sederajat) di Kota Sabang. Selasa (1/12/2020).

Turut hadir dalam rombongan tersebut Sekda Sabang, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Sabang dan jajarannya, Kepala MPD Kota Sabang, Kacabdin SMA/SMK Wilayah Kota Sabang, dan sejumlah pejabat Pemko Sabang.

Dihadapan puluhan siswa SMP Negeri 5 Sabang, Bapak Wali Kota Sabang Nazaruddin, S.I.Kom mengharapkan, agar biaya siswa yang diberikan oleh Pemko Sabang dapat digunakan dengan dengan sebai-baiknya untuk peningkatan prestasi belajar.

Kepada acehsiana.com Wali Kota mengatakan sosialisasi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penggunaan dana pendidikan tersebut dalam kebutuhan peserta didik dan diharapkan kedepannya dana pendidikan ini dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kota Sabang.

”Jadi, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi secara langsung bagi anak didik kita dalam penggunaan biaya pendidikannya dan alhamdulillah ternyata dana bantuannya memang benar-benar digunakan dan tepat sasaran untuk kebutuhan pembelajaran. Adapun rincian besaran bantuan biaya siswa pendidikan ini nantinya akan diberikan bagi peserta didik yang ada di Kota Sabang dengan rincian yakni, bagi anak SD/Sederajat sebesar Rp. 2.100.000, anak SMP/Sederajat sebesar Rp. 2.200.000 dan anak SMA/Sederajat sebesar Rp. 2.300.000”, Jelas Wali Kota.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Sabang, Desiana S.Pd M.Pd mengatakan bahwa dana pendidikan daerah khusus/perbatasan ini merupakan salah satu program dari visi dan misi Wali Kota Sabang yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya pendidikan di sekolah.
.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mutu pendidikan akan semakin bagus, minimal untuk membeli perlengkapan sekolah, seperti buku, baju, sepatu dan tas. Selain itu anak-anak kita juga bisa mengikuti berbagai les diluar jam sekolah untuk lebih meningkatkan kualitas ilmu pendidikannya” ujar Desiana.
.
Desiana juga berharap kepada para orang tua siswa/i untuk dapat mengontrol penggunaan dana pendidikan ini. “Kami mengharapkan dukungan dari orang tua untuk mengontrol kebutuhan pendidikan anak dalam menggunakan dana ini, jadi jangan sampai dipergunakan untuk hal yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran di sekolah” harapnya.
.

Laporan: Enzuharisman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *