Jum. Jul 30th, 2021
IGI Lhokseumawe Latih Guru Membuat Bahan Ajar Berbasis Android

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe melatih guru membuat bahan ajar berbasis Android menggunakan Smart Apps Creator (SAC). Kegiatan tersebut berlangsung tatap muka dalam ruang virtual pada tanggal 18 – 19 November 2020 dan dilanjutkan dengan bimbingan online. Kegiatan tersebut dikemas dalam program bulanan IGI Lhokseumawe, Meurunoe Seuraya Asah Narasi Edukasi dan Teknologi (Meusaneut) batch 3.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA yang diwakili Kasi Pengembangan dan Produksi UPTD Balai Tekkomdik, Debby Anggrainy SPd MM, menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Aceh pada saat bersamaan juga melatih guru SMA tentang pembuatan bahan ajar berbasis SAC.

“Aplikasi ini sedang banyak digunakan saat ini. Banyak daerah lain yang juga melatih guru menggunakan SAC. Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada IGI yang turut melatih guru untuk membuat bahan ajar berbasis SAC,” ujar Debby.

Dikatakan Debby bahwa hasil karya guru dalam bentuk SAC akan diseleksi oleh Dinas Pendidikan. Debby meminta agar bahan ajar berbasis SAC karya guru peserta Meusaneut batch 3 nantinya diberikan kepada pihaknya untuk turut diseleksi bersama karya guru lainnya.

“Bahan ajar berbasis SAC yang telah lulus seleksi akan kita sebarkan kepada guru seluruh Aceh untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah,” tambah Debby.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan SPd MPd menerangkan bahwa Meusaneut merupakan program bulanan IGI. Pada Meusaneut batch 3, lanjut Darmawan, guru dilatih membuat bahan ajar berbasis SAC sesuai dengan perkembangan zaman dan dunia pendidikan yang serba digital saat ini.

“Peserta harus mengerjakan tugas sampai tuntas sehingga akan terkumpul bahan ajar berbasis SA C karya guru yang sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Bahan ajar ini nantinya akan kita berikan kepada Dinas Pendidikan Aceh untuk diseleksi dan disebarkan kepada seluruh guru,” terang Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan menuturkan bahwa IGI hanya memberikan sertifikat bagi peserta yang mengirimkan tugas melalui kantong tugas dan dinyatakan lulus oleh pelatih.

“Sesuai dengan komitmen IGI, hanya peserta yang mengumpulkan tugas dan  lulus saja yang kita berikan sertifikat. Semoga bahan ajar yang dihasilkan nantinya dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Aceh. Terlebih lagi bahan ajar tersebut sangat sesuai dengan karakteristik dan dunia siswa kita pada zaman yang serba digital ini,” pungkas Darmawan.

Peserta Meusaneut batch 3 IGI Kota Lhokseumawe dilatih pembuatan bahan ajar berbasis SAC oleh pelatih nasional IGI, Irfan Dani SPd Gr, guru SMAN 1 Labuhan Haji, Aceh Selatan. Selain harus mengikuti tatap muka dalam ruang virtual, peserta juga akan dibimbing secara online sampai menghasilkan karya oleh pelatih dan tim yang ditunjuk IGI Kota Lhokseumawe. (*)

Editor: Ami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *