Sab. Sep 25th, 2021
Mendikbud Sebut Asesmen Nasional Tidak Perlu Bimbingan Belajar

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengakui bantuan kuota belajar memiliki kendala yang beragam. Guna mengatasi hal tersebut, Nadiem mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Hal itu disampaikan Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR pada Senin (16/11) di Jakarta.

Menurut Nadiem, masalah terkait implementasi bantuan subsidi kuota sangat beragam. Meskipun sebagian besar Kemendikbud menerima apresiasi, tambah Nadiem, namun di beberapa daerah subsidi kuota ini masih tidak bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Dari semua program, komentar dari guru dan orang tua ini (program subsidi kuota) salah satu yang paling membantu. Tapi isunya tergantung pada areanya, kendalanya berbeda-beda,” ujar Nadiem.

Selama beberapa pekan terakhir, Nadiem malakukan kunjungan kerja ke Gianyar, Kupang, Pulau Rote, dan Palu. Berdasarkan kunjungan kerjanya, masalah yang ia temukan dihadapi oleh masyarakat sangat beragam.

Nadiem menjelaskan, di Gianyar, Bali koneksi internet cenderung lebih baik. Tingkat ekonomi masyarakat pun relatif lebih baik daripada daerah-daerah terluar dan tertinggal. Secara umum masyarakat sudah menerima subsidi kuota dan menggunakannya.

Namun, kendala yang terjadi di Palu, masyarakat yang ada di pesisir dan pegunungan kesulitan mendapatkan sinyal internet.

“Masalah utama mereka adalah jaringan,” ungkap Nadiem.

Selain itu, di Pulau Rote masalah utamanya adalah tingkat ekonomi masyarakat masih rendah. Hal ini menyebabkan, banyak sekali masyarakat yang tidak memiliki gawai untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring).

“Memang banyak sekali masyarakat kita dari sisi jaringan internet itu (terkendala). Itu yang kita koordinasikan dengan Kemenkominfo selama satu hingga dua tahun ke depan, akan kita dorong bersama secara gotong royong untuk memastikan internet,” terang Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem menambahkan pada tahun 2021 akan ada program digitalisasi sekolah dengan mengirimkan bantuan laptop ke sekolah. Program ini dinilainya sangat penting karena akan membantu siswa yang tidak memiliki gawai.
“Penyediaan laptop jadi prioritas utama di tahun 2021 dan ini sangat penting,” pungkas Nadiem. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *