Sel. Nov 30th, 2021

ACEHSIANA.COM, Lhoksukon – Guru dilingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Aceh Utara diimbau agar tertib administrasi. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Cabdisdik Wilayah Aceh Utara, T Aznal Zahri saat menyerahkan Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) tahun 2019 bagi guru SMA/SMK/SLB di aula Cabdisdik Aceh Utara pada Selasa (18/8).

Menurut Aznal, guru harus aware dan care dengan dokumen kepegawaian sendiri agar terciptanya tertib administrasi. Guru yang acuh terhadap dokumen kepegawaian, lanjut Aznal, tentu akan menyulitkan diri sendiri dalam pengembangan karir.

Menurut Aznal, guru yang acuh terhadap dokumen kepegawaian akan menyulitkan guru itu sendiri, misalnya saat mengusul kenaikan pangkat/golongan.

“Fakta di lapangan ternyata mayoritas guru baru mengusulkan PAK bersamaan dengan usulan kenaikan pangkat. Hal ini akan membuat guru kewalahan dalam mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Akhirnya muncul asumsi bahwa proses usul kenaikan pangkat itu rumit serta terkesan dipersulit. Seharusnya, PAK itu diusulkan setiap tahun berjalan,” ujar Aznal.

Dtegaskan Aznal bahwa pada tahun 2020 guru SMA/SMK/SLB Aceh Utara wajib mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit ) untuk selanjutnya dilakukan penilaian oleh Tim Penilai. DUPA tersebut, kata Aznal, akan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Kasubbag Tata Usaha Cabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Supriariadi merinci, jumlah berkas usulan penetapan angka kredit yang diterima pihaknya sebanyak 465 usulan. 359 berkas untuk PAK tahunan, 69 untuk kenaikan pangkat periode Oktober 2020, dan 37 usulan untuk kenaikan jabatan fungsional.

“Hingga saat ini yang sudah kita serahkan sebanyak 240 PAK tahunan. Masih tersisa 119 PAK. PAK guru yang usul kenaikan jabatan fungsional dan kenaikan pangkat akan diserahkan setelah pembagian SK pangkat yang bersangkutan,” terang Supriariadi.

Salah seorang guru yang menerima PAK, Nur Ismah yang bertugas di SMAN 2 Dewantara mengaku sangat senang dengan penyerahan PAK serta pengembalian berkas DUPAK yang diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Dinas.

”Alhamdulillah. Belum pernah ada penyerahan PAK sekaligus pengembalian berkas DUPAK selama saya mengabdi jadi guru. Ini patut kita apresiasi,” tutur Ismah.

Lain lagi dengan Azhari, guru SMAN 1 Syamtalira Aron yang mengapresiasi pelayanan pengurusan PAK bagi guru.

“Pelayanannya dari pertama menyerahkan berkas hingga pengembalian berkas serta penyerahan PAK sangat bagus. Sungguh tidak pernah kami bayangkan sebelumnya,” puji Azhari. (*)

Kontributor: Agussalim Masry

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *